Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Siswi asal Makassar Jadi Duta Millennials Climate Change PBB di Polandia

terpilih jadi duta Millennials Climate Change Perserikatan Bangsa-Bangsa mewakili Indonesia di Konferensi International Climate Change di Polandia

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Thamzil Thahir
dok_instagram/akbar_faizal
Adinda Nanda Saraswati berfose bersama pengacra Ruhut_sitompul di sela-sela peluncuran novel berbahasa Inggris, Adinda, Things That Live Within di Jakarta, 6 Juni 2018 lalu 

Dalam dokumen "misi diplomatik" PBB itu, Adinda diminta untuk diasistensi langsung oleh staf External Relation kantor sekretariat UNFCCC Horacio Peluffo, di Bonn, Jerman.
UNFCCC memang mensyaratkan duta lingkungan dari generasi millennials ini, harus berusia di bawah 16 tahun.

Adinda mengaku, memang satu-satunya anggota delegasi ini yang dibawah 16 tahun.
Itulah kenapa, dia masih harus didampingi ibunya, selama dua pekan perjalanan di timur Eropa itu.

"Papa ndak boleh ikut, saya ditemani Mama. Delegasi yang lain yang sata tahu, semuanya PhD. Ada Pak Krisdianto dan Dr Ratih Damayanti,” ujarnya.

Adinda Saraswati
Adinda Saraswati (DOK PRIBADI)

 

Baca: Tulis Novel Berbahasa Inggris, Gadis SMP Asal Makassar Tuai Pujian Tokoh Nasional

Krisdianto PhD, dan Dr. Ratih Damayanti, adalah dua Peneliti Anatomi Kayu Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH) di Xylarium Bogoriense 1915, Bogor, Jawa Barat.

Sosok Adinda Saraswati, sempat viral saat mengunggah surat terbuka untuk PM Malaysia Tun Abdul Razak, Agustus 2017 lalu lalu.

Kala itu, pemerintah Malaysia, yang menggelar ASEAN Games, membuat format pengumuman dimana bendera Indonesia dicetak terbalik.

Pada 12 September lalu, Adinda kembali mengunggah postingan keprihatinannya tentang warga Rohingya di Myanmar dan Bangladesh. "Saya main media sosial sejak tahun 2014 kelas 6 SD. Tapi saya selalu izin kepada mereka (orang tua)," kata Dinda.

Akbar Faizal bersama istri dan anaknya.
Akbar Faizal bersama istri dan anaknya. (DOK PRIBADI)

BACA: Adinda Saraswati Akbar Tulis Surat Terbuka untuk Perdana Menteri Malaysia, Beraninya Dia!

Saat ditanya hal apa yang membuatnya menulis tentang Rohingya Myanmar, siswa sekolah internasional ACS Jakarta ini menuturkan tulisan itu adalah bentuk kesedihannya.

"Saya tulis karena sering melihat orang Rohingya dianiaya. Masa orang Rohingya dimusuhi oleh negaranya sendiri," ujar Dinda.

Selain itu, ia ingin mengetahui peran Aung San Suu Kyi sebagai peraih Nobel Perdamaian.

"Saya pengen tulis untuk pemenang Nobel Perdamaian, mengapa ia tidak bertindak, muslim Rohingya sudah nangis tertindas, kepanasan, kelaparan, dan rumah mereka dibakar," ujar Dinda melalui sambungan telepon.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved