Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Siswi asal Makassar Jadi Duta Millennials Climate Change PBB di Polandia

terpilih jadi duta Millennials Climate Change Perserikatan Bangsa-Bangsa mewakili Indonesia di Konferensi International Climate Change di Polandia

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Thamzil Thahir
dok_instagram/akbar_faizal
Adinda Nanda Saraswati berfose bersama pengacra Ruhut_sitompul di sela-sela peluncuran novel berbahasa Inggris, Adinda, Things That Live Within di Jakarta, 6 Juni 2018 lalu 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Selamat untuk Adinda Nanda Saraswati Akbar (16).

Siswi keturunan Makassar, ini terpilih menjadi duta Millennials Climate Change Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mewakili Indonesia pada Konferensi Internasional Climate Change di Katowice Polandia, tanggal 2 hingga 7 November 2018, mendatang.

Doakan ya Om,.. Semoga presentasenya sukses,” kata Adinda kepada Tribun via WhatsApp Call, disela-sela mempersiapkan makalah presentasenya bertema How Indonesian Millennials Prepare Carbon Storage in Climate Change, di Jakarta, Kamis (22/11/2018) siang.

Setelah diseleksi otoritas PBB bidang lingkungan hidup, United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) Secretariat, Adinda terpilih mewakili generasi millennials Indonesia.

DUTA MILLENNIALS_ pamflet digital duta millennnials di konferensi climate change di Polandia. Adinda Nanda Saraswati, jadi pembicara di acara tahunan UNFCCC, PBB ini
DUTA MILLENNIALS_ pamflet digital duta millennnials di konferensi climate change di Polandia. Adinda Nanda Saraswati, jadi pembicara di acara tahunan UNFCCC, PBB ini (dok_instagram/akbar_faizal)

Rabu (21/11/2018) pagi kemarin, Adinda sudah mempresentasekan kertas kerja dalam format power point, di Ruang Rimbawan 3G, Gedung Mandala Wanabakti, Kementerian Kehutanan, di Gelora, Kelurahan Tanah Abang, Jakarta Pusat, DKI Jakarta.

“Saya paparkan, harapan dan pandangan generasi kami, bagaimana seharusnya bumi ini dijaga untuk 30 dan 50 tahun ke depan.” ujar pemilik akun IG, @adindasaraswati22 ini

Sejak mendapat amanah ini, dia mengaku sudah membaca referensi dan riset digital.

Ia berjibaku, bagaimana negara-negara maju, mengurangi emisi karbon, gas buangan, climate change dan rekomendasi lingkungan global, Protokol Kyoto.

Forestry_for_life
Forestry_for_life (dok_instagram/wwf)

Dan semua referensi itu, banyak tersedia dalam sumber berbahasa Inggris.

Adinda kini duduk di kelas X (kelas I SMA) ACS International School Jakarta.

Dinda adalah anak kedua dari tiga saudara, pasangan anggota DPR-RI asal Wajo, Akbar Faizal dan Andi Syamsartika Virawati, keturunan bangsawan asal Tonra, Bone.

Bersama ibunya dan delegasi dari kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Minggu (25/11/2018) nanti, dia akan bertolak dari Jakarta ke Katowice International Airport di Kota Silesian, Pyrzowicri, Polandia.

Adinda akan berbicara di hadapan delegasi 182 negara, tentang sikap dan pandangan kaum millennial Indonesia pada isu lingkungan dan perubahan iklim global.

climate_change_wwf
climate_change_wwf (dok_instagram/WWF)

Dia adalah penulis novel. Tepat di hari ulang tahun ke-16-nya, 6 Juni 2018 lalu, Dinda meluncurkan novel berbahasa Inggris pertamanya; 'Things That Live Within' (Gramedia, Mei 2018).

Dalam surat notifikasi dari United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) Secretariat yang dia terima, 12 November 2018 lalu, secara spesifik Ananda, disebut 'membawakan misi diplomatik global".

Dalam dokumen "misi diplomatik" PBB itu, Adinda diminta untuk diasistensi langsung oleh staf External Relation kantor sekretariat UNFCCC Horacio Peluffo, di Bonn, Jerman.
UNFCCC memang mensyaratkan duta lingkungan dari generasi millennials ini, harus berusia di bawah 16 tahun.

Adinda mengaku, memang satu-satunya anggota delegasi ini yang dibawah 16 tahun.
Itulah kenapa, dia masih harus didampingi ibunya, selama dua pekan perjalanan di timur Eropa itu.

"Papa ndak boleh ikut, saya ditemani Mama. Delegasi yang lain yang sata tahu, semuanya PhD. Ada Pak Krisdianto dan Dr Ratih Damayanti,” ujarnya.

Adinda Saraswati
Adinda Saraswati (DOK PRIBADI)

 

Baca: Tulis Novel Berbahasa Inggris, Gadis SMP Asal Makassar Tuai Pujian Tokoh Nasional

Krisdianto PhD, dan Dr. Ratih Damayanti, adalah dua Peneliti Anatomi Kayu Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH) di Xylarium Bogoriense 1915, Bogor, Jawa Barat.

Sosok Adinda Saraswati, sempat viral saat mengunggah surat terbuka untuk PM Malaysia Tun Abdul Razak, Agustus 2017 lalu lalu.

Kala itu, pemerintah Malaysia, yang menggelar ASEAN Games, membuat format pengumuman dimana bendera Indonesia dicetak terbalik.

Pada 12 September lalu, Adinda kembali mengunggah postingan keprihatinannya tentang warga Rohingya di Myanmar dan Bangladesh. "Saya main media sosial sejak tahun 2014 kelas 6 SD. Tapi saya selalu izin kepada mereka (orang tua)," kata Dinda.

Akbar Faizal bersama istri dan anaknya.
Akbar Faizal bersama istri dan anaknya. (DOK PRIBADI)

BACA: Adinda Saraswati Akbar Tulis Surat Terbuka untuk Perdana Menteri Malaysia, Beraninya Dia!

Saat ditanya hal apa yang membuatnya menulis tentang Rohingya Myanmar, siswa sekolah internasional ACS Jakarta ini menuturkan tulisan itu adalah bentuk kesedihannya.

"Saya tulis karena sering melihat orang Rohingya dianiaya. Masa orang Rohingya dimusuhi oleh negaranya sendiri," ujar Dinda.

Selain itu, ia ingin mengetahui peran Aung San Suu Kyi sebagai peraih Nobel Perdamaian.

"Saya pengen tulis untuk pemenang Nobel Perdamaian, mengapa ia tidak bertindak, muslim Rohingya sudah nangis tertindas, kepanasan, kelaparan, dan rumah mereka dibakar," ujar Dinda melalui sambungan telepon.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved