Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

VIDEO: Sindir Pemuda Masa Kini, Pemuda Pinrang Ini Cipta Puisi Bugis Tentang Siri

Karya puisi Achmad Salam beragam. Ada tentang cinta, kritik politik, hingga yang bernuansa sosial.

Tayang:
Penulis: Hery Syahrullah | Editor: Arif Fuddin Usman

Laporan Wartawan TribunPinrang.com, Hery Syahrullah

TRIBUNPINRANG.COM, WATANG SAWITTO - Achmad Salama, mahasiswa asal Bua-bua, Lingkungan Siparappe, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, aktif dalam mencipta puisi.

Puisinya kerap membuat trenyuh hati pembaca dan pendengarnya. Itu karena intonasi dan ekspresinya sangat apik setiap kali ia membawakan puisi.

Karya puisi Achmad Salam beragam. Ada tentang cinta, kritik politik, hingga yang bernuansa sosial.

Bahkan, ada juga puisinya yang dicipta dalam bahasa Bugis. Seperti karyanya yang berjudul Siri Mappauno (Malu yang Membunuh) di bawah ini.

"Puisi ini tercipta berangkat dari kelisahan melihat fakta maraknya pemuda yang tak lagi mengamalkan 4 sudut pandang prinsip dari orang tua kita dulu,” kata Achmad Salama kepada TribunPinrang.com, Rabu (21/11/2018).

“Yaitu sipakatau (saling memanusiakan), sipakainga (saling mengingatkan), sipakalabbi (saling mengahargai), dan sipakamase-mase (saling mengasihi)," tambahnya.

Menurutnya, pemuda hari ini sudah jarang sekali melestarikan dan mengamalkan adat dan budaya peninggalan orang-orang terdahulunya.

"Akibatnya, banyak pemuda hari ini berprinsip yang penting hidup dan merasa bahagia, lalu tanpa memikirkan orang lain," ucap Achmad.

Lewat puisi ini, ia berpesan, agar pemuda tak lupa dengan nilai adat dan budaya orang terdahulu, lantaran terobsesi dan terbuai dengan dunia teknologi.

"Teknologi harus pula bisa dijadikan alat atau media untuk melestarikan kebudayaan kita," pungkasnya. (*)

Berikut teks puisi bugis yang terlantun dalam video berdurasi 4 menit 14 detik ini!

"SIRI MAPPAUNO"

Suiii mappakasiri-siri.
Ada'na neneta riolo, ipakaraja.
Nabbokori 4 sulapa.
Napahangnge neneta.
Sipakatau, sipakainga, sipakalabbi, sipakamase-mase.

Angkani saisa mancaji pappaseng.
Macaji sulo ko ri padammu rupatau.
Makkatanni massa lao ri pangngadatta.
Mali siparapa, topada si pakainga.
Pada ido pada elo, topada sipakatau si pakalabbi.

Tapi agana makokoee.
Mancaji pakkita mata.
Maegani urane parampo,
Urane palagalaga,
Urane sigajang,
Maelo manammi riasang jago.

Siri, siri, siriiiiiiii, mappakasiri-siri

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved