Penggagas Petisi #BersihkanTrotoarAlMarkaz Ternyata Sudah Pernah Bertanya ke Walikota Makassar

rangkaian upaya formil dan diplomasi offline pembenahan PKL di sekitar Al Markaz sudah diupayakan sejak enam tahun lalu ke pemerintah kota.

Penggagas Petisi #BersihkanTrotoarAlMarkaz Ternyata Sudah Pernah Bertanya ke Walikota Makassar
dok_facebook/tribun-timur/hasyim_aidid
Guru Besar Ilmu Hukum Islam UIN Alauddin Makassar Prof Dr Hasyim Aidid MA (kiri) bersalaman dengan Gubernur NTB M Zainul Majdi atau lebih dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB) di Makassar awal 2018 lalu. 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM – Penggagas petisi online #BersihkanTrotoarAlMarkaz Prof Dr Hasyim Aidid MA, ternyata sudah pernah menanyakan dan mengkonfirmasi langsung perihal keberadaan kelompok pedagang kaki lima (PKL) di pedestrian timur kawasan Masjid Al Markaz Al Islami, di Jl Sunu, Kelurahan Timungang Lompoa, Kecamatan Bontoala, Makassar kepada Walikota Makassar Muh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, pertengahan tahun 2018 lalu.

Hasyim menyebut, rangkaian upaya formil dan diplomasi offline pembenahan PKL di sekitar Masjid Al Markaz Al Islami sudah diupayakan sejak enam tahun lalu ke pemerintah kota.

Hingga Selasa (20/11/2018) petang, petisi ini sudah mendapat 421 bubuhan tanda-tangan warga.

Artinya, kurang 79 bubuhan tandatangan, agar petisi ini melewati tahap pertama petisi, 500 dukungan.

Profesor Dr Hasyim Aidid adalah Wakil Ketua Majelis Ulama (MUI) Sulsel. Selain Guru Besar Ilmu Hukum Islam di UIN Alauddin Makassar, Hasyim juga kerap dijadwalkan memberi ceramah dan tauziyah rutin di pusat dakwah Islam terbesar di timur Indonesia itu.

Hanya saja, hingga petisi warga ini digagas doktor hukum dari Australia National University (ANU) Sydney, dilancarkan di aplikasi online Change.org, dua hari lalu, Minggu (18/11/2018) lalu, Wali Kota Danny Pomanto belum merespon.

Petisi Warga Bersihkan PKL di Trotoar Al Markaz
Petisi Warga Bersihkan PKL di Trotoar Al Markaz (HANDOVER)

Baca: Enggan Pindah, PKL Al Markaz: Tak Ada Kejelasan Janji Pemkot Soal Relokasi

“Saya pribadi, Prof. Hasyim Aidid, yang kebetulan adalah Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sulawesi Selatan dan juga anggota FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama), pernah menyampaikan secara langsung kepada Bapak Walikota, Ir. H. Mohammad Ramdhan Pomanto sekitar dua tahun lalu (2016), namun sampai hari ini juga belum melihat perubahan apa-apa.”

Bahkan, katanya, persoalan ini bahkan sudah pernah disampaikan langsung Wakil Presiden Jusuf Kalla sejak tahun 2013 termasuk pada acara ulang tahun Al Markaz bulan Januari 2016 dimana disitu hadir Walikota.

Baca: Camat Bontoala Marahi PKL Al Markaz, Ini Jawaban Para PKL

Upaya diplomasi formil yan ditempuh Doktor Hukum Islam ini juga diungkapkan putranya, Ali Akbar Aidid di laman komentar petisi yang disebar di akun media sosial Hasyim Aidid, Ali Akbar yang juga mahasiswa di Universitas King Abdul Aziz, Arab Saudi ini menulis;

Halaman
123
Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Thamzil Thahir
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved