BPH Al Markaz Makassar Dukung Petisi #BersihkanTrotoarAlMarkaz

Sejumlah Pengurus Yayasan Mesjid Al Markaz Al Islami Makassar juga membubuhkan tanda tangan dan dungkan langsung.

BPH Al Markaz Makassar Dukung Petisi #BersihkanTrotoarAlMarkaz
HANDOVER
DOKUMEN - Husain Abdullah (50), Juru Bicara Wakil Presiden Jusuf Kalla, mengaku punya pengalaman pribadi bersejarah dalam hidupnya, Sabtu (4/3/2017) pagi.Kala ikut mengantar Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdullah (81), di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, pagi kemarin, dia sempat bersalaman dengan hadimul haramain itu. 

MAKASSAR, TRIBUN – Pengurus Badan Pengelola Harian Mesjid Al Markaz Al Islami Makassar, menyatakan dukungan atas petisi warga untuk pembersihan dan pembenahan pedagang khaki lima (PKL) di trotoar timur masjid terbesar di Indonesia timur ini.

“Kami salut dengan langkah cerdas yang ditempuh Prof Dr Hasyim Aidid untuk
menggugah kepedulian Pemkot (Makassar). Ini cara-cara bermatabat yang harusnya dapat direspon Walikota dengan aksi nyata,” kata Pengurus BPH Al Markaz Al Islami, Husain Abdullah, kepada Tribun, Selasa (20/11/2018) sore.

Aktivitas Pedagang kaki lima di kawasan sebelah Timur Masjid Al Markas Al Islami tepatnya di Jl Sunu, Makassar, Kamis (17/5/2018) malam. Kawasan ini makin terlihat kumuh dan belum ada upaya untuk dibersihkan sejak wapres mengintruksikan kepada walikota. Mereka masih tetap bertahan hingga ada jadwal relokasi yang pasti oleh pemerintah Kota Makassar.
Aktivitas Pedagang kaki lima di kawasan sebelah Timur Masjid Al Markas Al Islami tepatnya di Jl Sunu, Makassar, Kamis (17/5/2018) malam. Kawasan ini makin terlihat kumuh dan belum ada upaya untuk dibersihkan sejak wapres mengintruksikan kepada walikota. Mereka masih tetap bertahan hingga ada jadwal relokasi yang pasti oleh pemerintah Kota Makassar. (sanovra/tribuntimur.com)

Husain merespons upaya Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel Prof Dr Hasjim Aidid, menggalang petisi digital melalui aplikasi Change.org untuk mendorong pemerintah Kota Makassar membenahi dan membersihkan trotoar sekitar Masjid Al Markaz Al Islami, di Jl Sunu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, dari aktivitas pedagang kaki lima (PKL).

Baca: Rantasa, Wakil Ketua MUI Sulsel Galang Petisi; Walikota Bersihkan PKL di Trotoar Al Markaz

Atas nama pengurus Masjid Al Markaz, Uceng yang juga Juru Bicara Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, juga menyayangkan sikap bebal pemerintah kota, yang sudah hampir  sedekade membiarkan aktivitas ekonomi non-formil di wilayah administratif Keluarah Timungang Lampoa, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar ini.

“Trotoar seputaran mesjid itu adalah otoritas Pemkot, tidak terjaga kebersihannya. Semoga petisi yang dipelopori Doktor Hasyim Aidid mengetuk kepedulian Pemkot untuk menata dan menertibkan trotoar seputran mesjid kebanggaan warga Sulsel tersebut,” ujar Uceng.

Sejumlah Pengurus Yayasan Mesjid Al Markaz Al Islami Makassar juga membubuhkan tanda tangan dan dungkan langsung.

Dosen Hubungan Internasional di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unhas itu, menggambarkan, upaya BPH untuk tetap menjadikan Al Markaz sebagai ikon kota dan kawasan. "Ini upaya mulia warga untuk menjaga icon peradaban Islam modern di Kota Makassar," kata Uceng.

BPH Al Markaz, ujarnya, sudah berjibaku membersihkan mesjid dan halaman bahkan mengontrak khusus cleaning service terbaik ISS untuk menjaga kebersihan mesjid.
“Mungkin tidak banyak mesjid di Indonesia seperti Mesjid Al Markaz Al Islami, yg kebersihannya diserahkan kepada profesional yang biasa dipakai di hotel-hotel berbintang.” ujarnya.

Baca: TRIBUNWIKI: Profil Masjid Al Markaz Al Islami dan Masjid Raya, Arsitekturnya Bikin Takjub

Bukan kali pertama, ada upaya warga dan pengurus Al Markaz, menggalang dukungan untuk membersihkan PKL di sisi timur Masjid yang digagas mendiang Jenderal M Jusuf, tahun 1992 ini.

Dalam catatan Tribun, setidaknya Ketua Umum Badan Pengurus Harian Masjid Al Markaz yang juga Wakil Presiden M Jusuf Kalla sudah empat kali mengingatkan Wali Kota Makassar Danny Pomanto, untuk serius menangani PKL di sekitar Al Markaz.

Sudah lebih 48 bulan setelah dikritik oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), belum ada tanda-tanda perubahan di sekitar Masjid Al Markaz Al Islami, Jl Sunu, Makassar.  Puluhan pedagang kaki lima (PKL) masih berjualan di atas trotoar.

Baca: Bukan Lahan Al Markaz, Wapres JK Justeru Amanahkan Hal Ini kepada Nurdin Abdullah

Pantauan Tribun di Jl Sunu, para pedagang tetap beraktivitas seperti biasa. Mereka mengaku tetap berjualan karena tidak ada kejelasan kapan mereka akan dipindahkan ke PKL Centre di Jl Kartini.

“Memang sudah ada imbauan supaya kita pindah. Tapi dicueki-ji. Karena memang sampai saat ini tidak ada tanda-tanda pengosongan,” kata seorang pencuci sepeda motor yang enggan disebut namanya, kemarin.

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Thamzil Thahir
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved