Suka Duka Kepala SPKT Polsek Mariso, Pernah Ladeni 29 Aduan Sehari Saat Tugas di Tamalanrea

Kepala SPKT Polsek Mariso, Aiptu Anwar Said, puluhan tahun mengabdi sebagai sosok Bhayangakara

Suka Duka Kepala SPKT Polsek Mariso, Pernah Ladeni 29 Aduan Sehari Saat Tugas di Tamalanrea
TRIBUN TIMUR/MUSLIMIN EMBA
Kepala SPKT Polsek Mariso, Aiptu Anwar Said. 

TRIBUNTIMUR.COM, MAKASSAR - Setiap pekerjaan punya suka duka. Tidak terkecuali seorang anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Sebagai, pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, tentunya tugas seorang anggota Polri tidaklah selalu mudah.

Tantangan tugas seperti ancaman fisik hingga nyawa, tidak jarang mewarnai aktivitas seorang personel Polri dalam menjalankan tugasnya.

Seperti diungkapkan Kepala SPKT Polsek Mariso, Aiptu Anwar Said. Puluhan tahun mengabdi sebagai sosok Bhayangakara, ia mengaku punya banyak kesan saat mulai mengenakan seragam coklat hitam.

Baca: Persib Siapkan Duet Maut NDouassel-Bouman untuk Gasak PSIS Semarang

Baca: Kabar Gembira Bagi Peserta Tak Lolos Passing Grade CPNS, BKN Akhirnya Pilih Sistem Rangking

Baca: Jadwal Live Siaran Langsung MotoGP 2018 Valencia, Catat Janji Valentino Rossi Berikut Ini

"Sekitar tahun 200an saya mulai bertugas di Polrestabes Makassar, pernah jadi Provost, di Paminal sampai jaga tahanan, sudah saya lalui," kata Anwar Said, mengawali ceritanya saat ditemui di ruang SPKT Polsek Mariso, Sabtu (17/11/2018).

Tahun 2009 ia digeser ke Polsek Tamalanrea, utara kota Makassar.

Di Polsek Tamalanrea, Anwar Said ditunjuk sebagai kepala SPKT Polsek Tamalanrea. Tugasnya melayani dan menerima setiap aduan warga yang masuk.

"Waktu saya KA SPK di Tamalanrea itu, tiap hari ada belasan hingga 20an laporan warga yang masuk. Bahkan pernah sehari itu saya layani 29 laporan warga sekaligus, sampai-sampai berdiri saja untuk istirahat sejenak susah waktu itu," kenan Anwar said.

Menurutnya, kasus yang kerap ditemui saat bertugas di Polsek Tamalanrea ialah kasus pencurian dan beberapa kasus kriminal lainnya seperti perkelahian dan cekcok warga.

"Yang banyak itu di sana (Tamalanrea) pencurian, hampir tiap hari ada warga yang melaporkan kasus pencurian. Tapi pelakunya itu bukan cuman orang sana tapi banyak juga dari luar kecamatan," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Muslimin Emba
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved