Ternyata Ini Penyebab Listrik Sulsel Padam Total (Blackout), Kata GM PLN Semoga Malam Ini Normal
Penyebab Sulsel padam total (blackout) sejak kemarin akhirnya diketahui, ini kata GM PLN Sulsel
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Mansur AM
Kira-kira mengapa hanya sebagian yang pulih?
General manager PT PLN Sulselbatara Andi Bambang Jusuf, memohon maaf atas padam totalnya sistem kelistrikan.
Menurut dia, sistem kelistrikan belum pulih 100 persen.
"Hingga kini, masih 20 persen yang pulih," katanya Kamis (15/11) pukul 23.00 WITA.
Pihaknya juga meminta masyarakay untuk bersabar karena pihaknya segera melakukan proses recovery.
Baca: PSM vs Persija - Ketua LAJ Sorowako: Tamu Tidak Boleh Menang!
Listrik Padam, Sebagian Warga Makassar Mengungsi di Hotel Berbintang
Listrik padam hampir di seluruh wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (15/11/2018). Listrik padam terjadi sekitar pukul 15.00 Wita.
Pantauan Tribun Timur di Makassar, hingga pukul 21.10 Wita listrik belum juga menyala. Kondisi ini memberi dampak bagi pelaku bisnis perhotelan di Sulsel.
Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Republik Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan, Anggiat Sinaga mengatakan jika listrik padam terlalu lama maka biaya akan bertambah.
Karena manajemen hotel harus menggunakan genset agar hotel tetap bisa beroperasi seperti biasa dalam melayani tamu.
"Sulsel blackout, secara layanan di hotel masih berjalan dengan normal hanya saja akan terjadi extra biaya karena running genset dengan solar lebih mahal jika kita gunakan PLN," kata Anggiat Sinaga.
Namun demikian, Anggiat Sinaga melihat lamanya listrik padam juga membawa berkah tersendiri, melihat banyak masyarakat Makassar yang memilih 'mengungsi' ke hotel-hotel di Makassar.
"Iya betul, bahkan ada anak-anak bersama keluarganya yang check in di Claro Makassar dengan membawa bantal kesayangannya," ungkap Anggiat Sinaga yang juga General Manager Hotel Claro Makassar.
Hal yang sama juga dialami oleh Hotel Aryaduta Makassar, sebagaimana diungkapkan Marcom Aryaduta Makassar, Nathalia bahwa menjelang malam, banyak kamar di hotel berbintang lima itu dipesan.
Baca: PSM vs Persija - Ketua LAJ Sorowako: Tamu Tidak Boleh Menang!
Baca: Ini Wajah Dapil IV, DPT Bertambah 3.754 Orang
"Naik signifikan okupensi hari ini, sekitar 13 persen dan mungkin ini juga efek listrik padam karena rata-rata yang pesan adalah individu," kata Nathalia saat dikonfirmasi terkait keterisian kamar.
Sementara itu, General Manager Hotel Dalton Makassar, Junaedi Salam mengatakan, beberapa kerabat dekatnya langsung memesan kamar hotel sejak mati lampu karena mendengar kabar bahwa listrik padam cukup lama.
"Beberapa teman sudah menghubungi saya untuk pemesanan kamar karena efek blackout ini, jadi kemungkinan hal seperti ini juga terjadi di beberapa hotel yang ada di Makassar," ungkap Junaedi Salam
Listrik Mulai Pulih, GM PLN Sulselrabar Janjikan Investigasi Blackout
Sekitar 86 persen sistem kelistrikan di Sulawesi Bagian Selatan (Sulbangsel), Jumat (16/11/2018) pagi ini, berangsur pulih, pasca-blackout selama hampir 13 jam.
Sebagian daerah di utara Makassar, seperti sebagian Pangkep, dan Maros, hingga pukul 09,00 wita, dilaporkan masih belum pulih.
Artinya, sudah lebih 17 jam, pelanggan tak menikmati pasokan energy listrik.
General Manager Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulselrabar) Andi Bambang Yusuf, dalam siaran pers yang diterima Tribun, Jumat (16/11) pagi, kembali meminta maaf kepada sekitar 2,79 juta pelanggan, yang merasakan dampak insiden black out.
Pria kelahiran Lappariaja, barat Bone ini, pun menjanjikan investigasi atas insiden ini.
Apakah insiden ini, murni karena faktor cuaca atau adanya kesalahan teknis.
Investigasi ditempuh agar jadi pelajaran dan antisipasi agar kejadian serupa tak terulang di masa mendatang.
"Alhamdulillah berkat doa masyarakat, PLN sudah berhasil menyalakan listrik bagi sebagian masyarakat," katanya sebagaimana rilis yang dikirim Humas PLN Wilayah Sulselrabar, Eko Wahyu Prasongko
Menurut Eko, hingga pukul 07.40 WITA (16/11) PLN terus melakukan upaya untuk menormalkan beberapa daerah yang belum menyala. Diperkirakan sistem akan kembali normal pada hari ini, setelah semua pembangkit dapat sinkron kembali.
Sistem kelistrikan Sulbangsel, termasuk di Sulawesi Barat, sebagian Sulawesi Tengah, sejak pukul 15.20 wita, Kamis (15/11/2018) padam total, menyusul gangguan transmisi, pembangkit, dan penyaluran 150 KVA di wilayah Makale, Toraja dan Palopo, akibat hujan lebat, Kamis siang.
Lamanya, proses normalisasi system kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan, karena sekitar enam pembangkit dari jalur transmisi utara kota, berhenti total, dan butuh waktu sekitar 8-9 jam untuk normalisasi atau line in ke dalam system kelistrikan Sulbangsel.
Dia menjanjikan, pemulihan 100 % akan dinikmati, JUmat (16/11) sore ini.
Proses sinkronisasi berjalan secara bertahap.
Disebutkan, total daya yang sudah sinkron sebesar 400 MW yang berasal dari PLTA Bakaru, PLTA Bili-bili, PLTA Poso, PLTU Sengkang, dan beberapa PLTD di Tello.
Sementara itu Gardu Induk (GI) yang sudah normal adalah sebesar 43 dari 55 GI yang ada.
Untuk mengatasi gangguan yang terjadi di ruas tranmisi Makale-Palopo, Kamis (15/11) lalu, PLN melakukan upaya sinkronisasi pembangkit pembangkit yang belum masuk sistem.
Blackout, Kamis hingga Jumat (16/11) dinihari, termasuk mengejutkan. Pasalnya, system kelistrikan di Sulsel, per Juli 2018 lalu, diklaim surplus 500 Megawatt.
PLN Wilayah Sulselrabar melayani sebanyak 2,7 Juta pelanggan dengan sistem kelistrikan yang memiliki daya mampu 1.600 MW. Beban puncak 1.100 MW pada sistem Sulbagsel.
“Sulawesi Bagian Selatan memiliki cadangan daya atau reserve margin sebesar 30 persen. Daya listrik yang cukup ini diharapkan dapat menarik investor,” kata Sofyan.
Dengan adanya PLTB tersebut tentunya akan memperkuat sistem kelistrikan di Sulawesi Selatan sehingga cadangan daya sistem Sulsel sebanyak 500 MW di tahun 2018.
Saat ini PLN Wilayah Sulselrabar melayani sebanyak 2,7 Juta Pelanggan dengan Sistem kelistrikan yang memiliki daya mampu 1.600 MW serta beban puncak 1.100 MW pada sistem Sulbagsel. Dengan demikian PLN masih memiliki cadangan daya 500 MW yang dapat memasok ke pelanggan. Seiring dengan telah masuk sistem beberapa pembangkit baru, pada 2018, cadangan daya lebih dari 500 MW.
Saat mendampingi Presiden Joko Widodo dan memberi sambutan peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Laiunangan, Sidrap Senin (2/7/2018) lalu, Dirut PT PLN Sofyan Basir, menyebutkan system kelistrikan
Sulawesi Bagian Selatan memiliki cadangan daya atau reserve margin sebesar 30 persen.
Presiden Joko Widodo, Senin (2/7) langsung meresmikan tiga pembangkit listrik baru, yakni satu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Punagaya berkapasitas 2×100 MW, PLTU IPP Jeneponto Ekspansi 2×135 MW. Selain itu juga diresmikan satu Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap berkapasitas 75 MW.
Selain pengoperasian tiga pembangkit itu, ada tiga pembangkit listrik juga yang sudah dan mulai dibangun, PLTU Sulsel Barru-2 berkapasitas 100 MW. Serta Pembangkit Listrik tenaga Mesin Gas (PLTMG) Luwuk dengan kapasitas 40 MW dan PLTB Jeneponto berkapasitas 72 MW.
Sehingga total ada penambahan kapasitas mencapai 757 MW.
Enam pembangkit listrik tersebar di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Keenamnya merupakan bagian dari Program 35.000 MW yang dicanangkan Jokowi sejak 2015.
Terkait pogres Program 35.000 MW, hingga Juni 2018, total daya pembangkit yang telah terkontrak sebesar 32.281 MW. Pembangkit yang beroperasi sejak 2015 secara keseluruhan sebesar 9.016 MW.
Khusus program 35.000 MW, pembangkit yang beroperasi sebesar 2.114 MW dan yang masih proses konstruksi sebesar 16.686 MW. PLN akan terus meningkatkan rasio elektrifikasi untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat secara merata.
Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:
Follow juga akun instagram official kami: