Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ternyata Ini Penyebab Listrik Sulsel Padam Total (Blackout), Kata GM PLN Semoga Malam Ini Normal

Penyebab Sulsel padam total (blackout) sejak kemarin akhirnya diketahui, ini kata GM PLN Sulsel

Tayang:
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Mansur AM

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PLN akhirnya menemukan penyebab listrik padam total di wilayah Sulawesi Selatan sejak Kamis (15/11/2018).

PLN menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan pelanggan.

Baca: Prediksi Susunan Pemain PSM Makassar vs Persija Jakarta, Live Indosiar & Vidio.com Jam 15.30 Wib

Baca: Listrik Sulsel Padam, Mengapa Hanya Sebagian yang Menyala? Ini Penjelasan GM PLN

Baca: Listrik Padam di Sulsel - Mengapa Ada yang Masih Padam & Ada juga yang Nyala? Ini Kata Bos PLN

Setelah pagi tadi Jumat (16/11/2018) pukul 07.40 Wita pasokan daya masuk dalam sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan adalah 400 Megawatt (MW).

Sekarang pukul 11.15 Wita pasokan daya masuk di Sistem Sulawesi Bagian Selatan sudah meningkat menjadi 470 MW.

General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran (kitlur) Sulawesi Purnomo Iskak dalam siaran persnya menuturkan, Kamis (15/11) pukul 15.21 Wita terjadi padam total atau black out di sistem Sulawesi Bagian Selatan dan sistem Sulawesi Bagian Tengah.

 

“Kami mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini dan mengucapkan terimakasih atas pengertian masyarakat sekalian,” kata Purnomo.

Lebih lanjut Purnomo menyampaikan penyebab padam tersebut ada tiga yaitu:

1. Gangguan akibat cuaca buruk di Transmisi Line Makale – Palopo.

2. Gangguan di Transmisi line 275 kV Poso – Latuppa dikarenakan malfunction.

3. Pembangkit lepas di Punagaya karena terjadi sehingga pembangkit lainnya seperti PLTA Poso dan PLTA Bakaru terjadi Under Frequency.

“Saat ini sistem kelistrikan Sulbagsel sudah normal 60% dan kami memohon doa agar malam ini sistem kelistrikan Sulbagsel sudah pulih,” ujar Purnomo.

Baca: Prediksi Susunan Pemain PSM Makassar vs Persija Jakarta, Live Indosiar & Vidio.com Jam 15.30 Wib

Baca: Listrik Sulsel Padam, Mengapa Hanya Sebagian yang Menyala? Ini Penjelasan GM PLN

Baca: Listrik Padam di Sulsel - Mengapa Ada yang Masih Padam & Ada juga yang Nyala? Ini Kata Bos PLN

Padam Sejak Kamis

Warga dibuat geger sejak karena terjadi pemadaman listrik hampir di seluruh Wilayah di Sulsel dan Sulbar, Kamis (15/11/2018).

Kota Makassar Black out mulai pukul 17.00 Wita. 

Jadilah seluruh Makassar gekap gulita. 

Bukan hanya rumah tapi sejumlah tempat umum seperti cafe, rumah makan, masjid dan lainnya.

Seperti di Palopo terjadi sejak pukul 15.00 wita. Hampir seluruh wilayah di Kota Palopo juga lampu padam.

Di Kabupaten Barru pun demikian.

Berdasarkan pantauan TribunBarru.com, listrik di Barru padam sudah berlangsung kurang lebih satu setengah jam, atau sekitar pukul 15.30 Wita.

Hingga pukul 16.57 Wita, kondisi listrik di Barru masih belum normal.

Lantas apa penyebab padamnya listrik ini?

Ilustrasi
Ilustrasi (firki/tribunbulukumba.com)

Baca: Listrik Sudah Menyala di Kecamatan Pangkajene dan Minasatene Pangkep

Baca: Diduga Terima Rp 200 Juta, Pengacara Terdakwa Minta Jaksa Hadirkan Ketua DPRD Enrekang

Baca: PSM vs Persija - Ketua LAJ Sorowako: Tamu Tidak Boleh Menang!

Kepala PLN Cabang Kota Palopo Raditya mengatakan, hal tersebut dikarenakan ada gangguan dari sistem transmisi 150KV.

Itu terjadi hampir diseluruh wilayah Se- Sulawesi Selatan.

"Ada gangguan sistem transisi 150 KV," katanya.

Namun Raditya menyampaikan, untuk informasi yang lebih jelas pihaknya akan segera merilis akibat pemadaman listrik tersebut.

"Rilis resmi nanti saya infokan ya," imbuhnya.

Sementara itu, Supervisor Humas PLN Sulselrabar, Eko Wahyu Prasongko yang dihubungi, Kamis (15/11/2018) membenarkan hal tersebut.

"Sabar ya, teman-teman teknik sementara cari penyebab gangguannya, tapi sekarang sudah mulai penormalan bertahap," kata Eko via pesan WhasApp.

Apakah ini black out atau mati total? Eko tidak menjawab.

"Nanti kita kasih rilis resminya. Saya cari info ke teman-teman bagian teknik dulu yah," katanya.

ilustrasi black out listrik padam
ilustrasi black out listrik padam (Tribunnews)

Baca: PSM vs Persija - Staf Teknik PLN Rayon Selayar Jagokan PSM

Baca: Festival Kandeandulang Kembali Digelar Akhir Tahun 2018, Menampilkan Kesenian Toraja

Baca: Ustadz Abdul Somad Lebih Dipatuhi daripada Habib Rizieq, Pengurus FPI Jakarta Beri Sanggahan Gini

Listrik padam di Makassar dan beberapa kabupaten dan kota di Sulsel, Kamis (15/11/2018) sekitar pukul 15.00 wita.

Listrik padam menyebabkan seluruh traffic light di Makassar mati dan menyebabkan macet.

Black Out Terakhir pada November 2017

Sebelumnya Sulawesi Selatan Black Out pada November 2017.

Ini tidak hanya dialami di Sulsel, tetapi juga sebagian daerah di Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah.

GM PLN Sulselrabar Bob Saril yang dihubungi, Sabtu (11/11/2017) membenarkan hal tersebut.

"Betul, ada pemadaman yang meluas karena ada gangguan transmisi di Jeneponto-Punagaya pada saat manuver jaringan," katanya.

Akibatnya, daya listrik sekitar 700 Megawatt (MW) tidak dapat tersalurkan,

dan menyebabkan black out atau pemadaman secara menyeluruh pada pelanggan PLN se-Sulsel.

"Butuh waktu 30 menit sampai 3 jam untuk normal seluruhnya. Saat ini beberapa bagian di Makassar sudah jalan," katanya

Listrik Normal Parsial

Hingga Jumat (16/11/2018), sejumlah masyarakat di Sulsel sudah bisa bernafas lega.

Listrik sudah kembali mengalir di rumah dan tempat usaha. 

Sayangnya, penormalam belum sepenuh.

Sebagian besar daerah Makassar belum teraliri listrik. 

Kira-kira mengapa hanya sebagian yang pulih? 

General manager PT PLN Sulselbatara Andi Bambang Jusuf, memohon maaf atas padam totalnya sistem kelistrikan. 

Menurut dia, sistem kelistrikan belum pulih 100 persen. 

"Hingga kini, masih 20 persen yang pulih," katanya Kamis (15/11) pukul 23.00 WITA.

Pihaknya juga meminta masyarakay untuk bersabar karena pihaknya segera melakukan proses recovery. 

Baca: PSM vs Persija - Ketua LAJ Sorowako: Tamu Tidak Boleh Menang!

Listrik Padam, Sebagian Warga Makassar Mengungsi di Hotel Berbintang

Listrik padam hampir di seluruh wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (15/11/2018). Listrik padam terjadi sekitar pukul 15.00 Wita.

Pantauan Tribun Timur di Makassar, hingga pukul 21.10 Wita listrik belum juga menyala. Kondisi ini memberi dampak bagi pelaku bisnis perhotelan di Sulsel.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Republik Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan, Anggiat Sinaga mengatakan jika listrik padam terlalu lama maka biaya akan bertambah.

Karena manajemen hotel harus menggunakan genset agar hotel tetap bisa beroperasi seperti biasa dalam melayani tamu.

"Sulsel blackout, secara layanan di hotel masih berjalan dengan normal hanya saja akan terjadi extra biaya karena running genset dengan solar lebih mahal jika kita gunakan PLN," kata Anggiat Sinaga.

Namun demikian, Anggiat Sinaga melihat lamanya listrik padam juga membawa berkah tersendiri, melihat banyak masyarakat Makassar yang memilih 'mengungsi' ke hotel-hotel di Makassar.

"Iya betul, bahkan ada anak-anak bersama keluarganya yang check in di Claro Makassar dengan membawa bantal kesayangannya," ungkap Anggiat Sinaga yang juga General Manager Hotel Claro Makassar.

Hal yang sama juga dialami oleh Hotel Aryaduta Makassar, sebagaimana diungkapkan Marcom Aryaduta Makassar, Nathalia bahwa menjelang malam, banyak kamar di hotel berbintang lima itu dipesan.

Baca: PSM vs Persija - Ketua LAJ Sorowako: Tamu Tidak Boleh Menang!

Baca: Ini Wajah Dapil IV, DPT Bertambah 3.754 Orang

"Naik signifikan okupensi hari ini, sekitar 13 persen dan mungkin ini juga efek listrik padam karena rata-rata yang pesan adalah individu," kata Nathalia saat dikonfirmasi terkait keterisian kamar.

Sementara itu, General Manager Hotel Dalton Makassar, Junaedi Salam mengatakan, beberapa kerabat dekatnya langsung memesan kamar hotel sejak mati lampu karena mendengar kabar bahwa listrik padam cukup lama.

"Beberapa teman sudah menghubungi saya untuk pemesanan kamar karena efek blackout ini, jadi kemungkinan hal seperti ini juga terjadi di beberapa hotel yang ada di Makassar," ungkap Junaedi Salam

Listrik Mulai Pulih, GM PLN Sulselrabar Janjikan Investigasi Blackout

Sekitar 86 persen sistem kelistrikan di Sulawesi Bagian Selatan (Sulbangsel), Jumat (16/11/2018) pagi ini, berangsur pulih, pasca-blackout selama hampir 13 jam.

Sebagian daerah di utara Makassar, seperti sebagian Pangkep, dan Maros, hingga pukul 09,00 wita, dilaporkan masih belum pulih.

Artinya, sudah lebih 17 jam, pelanggan tak menikmati pasokan energy listrik.

General Manager Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulselrabar) Andi Bambang Yusuf, dalam siaran pers yang diterima Tribun, Jumat (16/11) pagi, kembali meminta maaf kepada sekitar 2,79 juta pelanggan, yang merasakan dampak insiden black out.

Pria kelahiran Lappariaja, barat Bone ini, pun menjanjikan investigasi atas insiden ini.

Apakah insiden ini, murni karena faktor cuaca atau adanya kesalahan teknis.

Investigasi ditempuh agar jadi pelajaran dan antisipasi agar kejadian serupa tak terulang di masa mendatang.
"Alhamdulillah berkat doa masyarakat, PLN sudah berhasil menyalakan listrik bagi sebagian masyarakat," katanya sebagaimana rilis yang dikirim Humas PLN Wilayah Sulselrabar, Eko Wahyu Prasongko

Menurut Eko, hingga pukul 07.40 WITA (16/11) PLN terus melakukan upaya untuk menormalkan beberapa daerah yang belum menyala. Diperkirakan sistem akan kembali normal pada hari ini, setelah semua pembangkit dapat sinkron kembali.

Sistem kelistrikan Sulbangsel, termasuk di Sulawesi Barat, sebagian Sulawesi Tengah, sejak pukul 15.20 wita, Kamis (15/11/2018) padam total, menyusul gangguan transmisi, pembangkit, dan penyaluran 150 KVA di wilayah Makale, Toraja dan Palopo, akibat hujan lebat, Kamis siang.

Lamanya, proses normalisasi system kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan, karena sekitar enam pembangkit dari jalur transmisi utara kota, berhenti total, dan butuh waktu sekitar 8-9 jam untuk normalisasi atau line in ke dalam system kelistrikan Sulbangsel.

Dia menjanjikan, pemulihan 100 % akan dinikmati, JUmat (16/11) sore ini. 
Proses sinkronisasi berjalan secara bertahap.

Disebutkan, total daya yang sudah sinkron sebesar 400 MW yang berasal dari PLTA Bakaru, PLTA Bili-bili, PLTA Poso, PLTU Sengkang, dan beberapa PLTD di Tello.

Sementara itu Gardu Induk (GI) yang sudah normal adalah sebesar 43 dari 55 GI yang ada. 
Untuk mengatasi gangguan yang terjadi di ruas tranmisi Makale-Palopo, Kamis (15/11) lalu, PLN melakukan upaya sinkronisasi pembangkit pembangkit yang belum masuk sistem.

Blackout, Kamis hingga Jumat (16/11) dinihari, termasuk mengejutkan. Pasalnya, system kelistrikan di Sulsel, per Juli 2018 lalu, diklaim surplus 500 Megawatt.

PLN Wilayah Sulselrabar melayani sebanyak 2,7 Juta pelanggan dengan sistem kelistrikan yang memiliki daya mampu 1.600 MW. Beban puncak 1.100 MW pada sistem Sulbagsel.

 “Sulawesi Bagian Selatan memiliki cadangan daya atau reserve margin sebesar 30 persen. Daya listrik yang cukup ini diharapkan dapat menarik investor,” kata Sofyan.
Dengan adanya PLTB tersebut tentunya akan memperkuat sistem kelistrikan di Sulawesi Selatan sehingga cadangan daya sistem Sulsel sebanyak 500 MW di tahun 2018.

Saat ini PLN Wilayah Sulselrabar melayani sebanyak 2,7 Juta Pelanggan dengan Sistem kelistrikan yang memiliki daya mampu 1.600 MW serta beban puncak 1.100 MW pada sistem Sulbagsel. Dengan demikian PLN masih memiliki cadangan daya 500 MW yang dapat memasok ke pelanggan. Seiring dengan telah masuk sistem beberapa pembangkit baru, pada 2018, cadangan daya lebih dari 500 MW.

Saat mendampingi Presiden Joko Widodo dan memberi sambutan peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Laiunangan, Sidrap Senin (2/7/2018) lalu, Dirut PT PLN Sofyan Basir, menyebutkan system kelistrikan 
Sulawesi Bagian Selatan memiliki cadangan daya atau reserve margin sebesar 30 persen.

Presiden Joko Widodo, Senin (2/7) langsung meresmikan tiga pembangkit listrik baru, yakni satu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Punagaya  berkapasitas 2×100 MW, PLTU IPP Jeneponto Ekspansi 2×135 MW. Selain itu juga diresmikan  satu Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap berkapasitas 75 MW.

Selain pengoperasian tiga pembangkit itu, ada tiga pembangkit listrik juga yang sudah dan mulai dibangun, PLTU Sulsel Barru-2 berkapasitas 100 MW. Serta Pembangkit Listrik tenaga Mesin Gas (PLTMG) Luwuk dengan kapasitas 40 MW dan PLTB Jeneponto berkapasitas 72 MW.

Sehingga total ada penambahan kapasitas mencapai 757 MW.

Enam pembangkit listrik tersebar di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Keenamnya merupakan bagian dari Program 35.000 MW yang dicanangkan Jokowi sejak 2015.

Terkait pogres Program 35.000 MW, hingga Juni 2018, total daya pembangkit yang telah terkontrak sebesar 32.281 MW. Pembangkit yang beroperasi sejak 2015 secara keseluruhan sebesar 9.016 MW. 
Khusus program 35.000 MW, pembangkit yang beroperasi sebesar 2.114 MW dan yang masih proses konstruksi sebesar 16.686 MW. PLN akan terus meningkatkan rasio elektrifikasi untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat secara merata.

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:

Follow juga akun instagram official kami: 

(*)
Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved