Kabar Gembira Bagi Peserta Tak Lolos Passing Grade CPNS, BKN Akhirnya Pilih Sistem Rangking

Pemerintah memakai sistem ranking untuk peserta CPNS 2018 yang tak lolos passing grade Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)

HANDOVER
Pemerintah memakai sistem ranking untuk peserta CPNS 2018 yang tak lolos passing grade Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) 

TRIBUN-TIMUR.COM-- Kabar gembira bagi anda peserta yang tak lolos passing grade SKD CPNS 2018.

Pemerintah memutuskan memakai sistem ranking untuk peserta CPNS 2018 yang tak lolos passing grade Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Itu artinya anda masih berluang ikut ke tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)

Tapi, proses perankingan peserta tak lolos SKD ini harus menunggu seleksi peserta yang memenuhi Passing Grade CPNS 2018

Tribun Timur melansir dari Kompas.com, Kepala BKN Bima Haria Wibisana menjelaskan bahwa, penentuan kelulusan peserta ini disesuaikan dengan jumlah kursi yang dibutuhkan untuk tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)

Namun, bila dari tiga jabatan tersebut ada lima peserta yang lolos murni, maka empat peserta tambahan diambil dari hasil perankingan.

"Tapi yang empat orang ini menunggu yang lima orang itu (peserta lulus murni) selesai dulu prosesnya," ujar Bima Haria Wibisana.

Passing Grade Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS
Passing Grade Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS (Tribun Jabar)

Bima mengungkapkan, hingga kini regulasi sistem ranking masih dibahas di pemerintah pusat.

"Tadi malam (aturannya) baru tanda tangan, belum baca lagi. Kalau sudah di tanda tangani akan masuk lembaran negara, jadi mungkin Senin baru efektif," jelas Bima Haria Wibisana.

Seperti diketahui, sistem ranking bagi peserta SKD yang tak lolos passing grade ini merupakan alternatif dari pemerintah. Pasalnya, tingkat kelulusan SKD CPNS 2018 sangat rendah.

Bima mengatakan, sistem ranking diterapkan sebagai bentuk solusi terkait banyak formasi kosong gara-gara mayoritas peserta SKD tak memenuhi passing grade.

"Sekarang kalau di daerah bagaimana solusinya. Kita lihat kalau ini dibiarkan kosong bagaimana, kalau diisi bagaimana," ujar Bima Haria Wibisana.

"Formasi tahun ini itu sebagian terbesar adalah guru dan tenaga kesehatan. Kalau guru dan tenaga kesehatan kosong, ini siapa yang akan mengajarkan anak - anak. Kan lebih baik ada gurunya dari pada tidak sama sekali. Jadi itu perlu," tambahnya.

Lulus SKD CPNS 2018
CPNS 2018 (Kolase Tribun Jabar/Twitter)

Di sisi lain, pemerintah lebih memilih sistem ranking daripada penurunan passing grade.

Alasannya, pemerintah tak ingin merekrut Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak berkualitas.

"Caranya bagaimana, kalau diturunkan passing grade, kan dapatnya PNS yang elek - elek (jelek - jelek). Balik lagi ke guru yang tidak berkualitas," kata Bima.

"Apakah kita mau anak - anak kita diajar oleh guru - guru yang tidak berkualitas. Nggak mau, siapa yang mau. Jadi harus bagus. Nah, mungkin penurunan passing grade itu tidak menjadi pilihan. Tapi anak - anak (peserta) tes ini yang passing gradenya belum memenuhi itu banyak yang skor totalnya tinggi sekali," lanjutnya.

Alasan Pemerintah Bersikeras Tak Akan Turunkan Passing Grade

Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengatakan Indonesia membutuhkan ASN yang berkompetensi tinggi agar mampu menghadapi sejumlah tantangan.

"Pertama kita ingin PNS itu, PNS yang memiliki kompetensi tinggi. Kenapa begitu, karena Indonesia dalam 10 atau 20 tahun lagi itu sudah akan sangat berbeda dengan sekarang.

Sudah industri 4.0, sudah digital ekonomi dan lain-lain. Jadi PNS-nya harus cari PNS yang bisa melaksanakan beban tanggung jawab itu," katanya saat meninjau pelaksanaan tes CPNS di Kota Malang, Jumat (16/11/2018).

Menurutnya, soal SKD CPNS 2018 sudah disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia di masa mendatang.

Maka dari itu, BKN bersikeras tidak akan menurunkan passing grade meski akan menuai banyak protes.

"PNS-nya seperti apa yang seperti itu. Kalau dibuat soal, kira-kira soalnya seperti apa. Nah, soal-soal ini lah sebetulnya mencerminkan tugas dan tanggung jawab PNS itu ke depan," ucapnya.

Dalam hal penerimaan CPNS 2018, Bima tidak ingin asal-asalan.

Passing Grade CPNS 2018
Passing Grade CPNS 2018 (menpan.go.id)

Bima juga menjelaskan terdapat jarak tingkat kelulusan antara peserta CPNS 2018 di tingkat pusat dengan di daerah.

Ia mengatakan tingkat kelulusan peserta CPNS 2018 di pusat lebih tinggi dibandingkan di daerah.

"Kalau kita lihat kelulusan di kementerian lembaga, ini 20 sekian persen. Tahun lalu juga seperti itu.

Jadi dari sisi soal sebetulnya tidak ada masalah. Tapi begitu diterapkan di daerah, provinsi atau kabupaten kota, yang lulus jeblok.

Untuk yang wilayah barat cuma 3 sekian persen, wilayah tengah 2,75 persen, wilayah timur 1,75 persen. Ada gap antara yang lulus di pemerintah pusat dan daerah," jelasnya.

Plh Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna ditengah-tengah ribuan peserta Tes CPNS Pemkot Bandung
Plh Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna ditengah-tengah ribuan peserta Tes CPNS Pemkot Bandung (tribunjabar/tiah sm)

"Ini kan bukan salah tesnya kan. Gimana kompetensi mereka kok bisa sangat buruk seperti itu.

Ini PR (pekerjaan rumah) ke depan bagaimana menyamakan atau membuat standar pendidikan Indonesia lebih baik lagi sehingga teman-teman, masyarakat di daerah itu bisa bersaing," katanya

Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved