Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Wapres: "Palu Baru" Butuh 1.500 Ha Lahan di Luar Zona Merah

Palu Baru" itu jadi peruntukan pemukiman, sarana publik dan infrastruktur baru

Tayang:
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Thamzil Thahir
SANOVRA JR
Kondisi perumahan Petobo tampak terlihat hancur rata dengan tanah saat diabadikan menggunakan kamera drone wartawan Tribun Timur, Senin (1/10/2018). 

Perencanaan dan pembangunan kawasan Palu Baru ditaksir memakan waktu 2 hingga 3 tahun kedepan.

Kawasan Palu Baru akan menggunakan tanah milik negara yang tidak terpakai.

Dalam rakor I di kantor Wapres di Jakarta, Senin 5/11/2018 lalu, gubernur menyebut lahan itu berstatus Hak Guna Bangunan dan Hak Guna Usaha. Ini artinya pembangunan kawasan ini membuka peluang penglibatan pihak ketiga, baik BUMN atau swasta.

Sejauh ini, lahan relokasi yang teridentifikasi antara lain; kawasan Tolo, Talise, Guyu dan Petobo untuk daerah terdampak di Kota Palu; 

kondisi kelurahan Petobo Kota Palu, Sulteng, usai porak-poranda diguncang gempa 7,7 SR
kondisi kelurahan Petobo Kota Palu, Sulteng, usai porak-poranda diguncang gempa 7,7 SR (sanovra jr/tribun timur)

Ada juga kawasan Pombebe untuk daerah terdampak di Kabupaten Sigi;  serta Loli dan Pantai Barat untuk daerah terdampak di Kabupaten Donggala.

Jika Kawasan Palu Baru yang sementara diidentifikasi itu seluas 1500 ha, itu berarti setara dengan kawasan ekonomi khusus (KEK) di Indonesia bagian timur di Teluk Palu.

Sejak 2010 lalu, pemerintah pusat telah menyiapkan  lahan seluas 1.520 hektare di Kecamatan Palu Utara, yang meliputi Kelurahan Pantoloan, Baiya, dan Lambara. 

Lahan seluas 1.520 hektare itu akan dibagi menjadi kawasan industri seluas 700 hektare, kawasan perumahan (500 hektare), kawasan pendidikan dan penelitian (100 hektare), kawasan komersial (100 hektare), daerah olahraga (50 hektare), kawasan pergudangan (50 hektare), kawasan perkebunan dan taman (20 hektare).

Kondisi jembatan Ponulele yang populer dikenal dengan jembatan kuning Kota Palu yang ikut hancur akibat gempa
Kondisi jembatan Ponulele yang populer dikenal dengan jembatan kuning Kota Palu yang ikut hancur akibat gempa (hasan/tribun-timur.com)

Gempa bermagnitudo 7,4 SR yang terjadi Jumat (28/9/2018) pukul 17.02 WIB di sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah mengakibatkan 2.073 orang meninggal dunia dan 10.679 orang luka berat. 

Tercatat pula, 680 orang hilang yang diperkirakan masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan akibat gempa dan tsunami. 

Selain itu, dilaporkan juga 82.775 warga mengungsi di sejumlah titik. BBPB juga mencatat, 67.310 rumah dan 662 sekolah rusak. Serta 22 fasilitas kesehatan dan 99 fasilitas peribadatan rusak berat. 

Sumber:
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved