Wapres: "Palu Baru" Butuh 1.500 Ha Lahan di Luar Zona Merah

Palu Baru" itu jadi peruntukan pemukiman, sarana publik dan infrastruktur baru

Wapres:
SANOVRA JR
Kondisi perumahan Petobo tampak terlihat hancur rata dengan tanah saat diabadikan menggunakan kamera drone wartawan Tribun Timur, Senin (1/10/2018). 

MAKASSAR, TRIBUN -- Pemerintah pusat dan Provinsi Sulawesi Tengah, sementara mengidentifikasi dan mencari sekitar 1.000 Hektar hingga 1.500 Hektar lahan baru yang dinilai aman dari paparan gempa, tsunami, dan likuefaksi, seperti yang menimpa 3 daerah di Teluk Palu, akhir September 2018 lalu.

Wakil Presiden Jusuf Kalla, menyebut kawasan  "Palu Baru" itu jadi peruntukan pemukiman, sarana publik dan infrastruktur baru serta bukan termasuk "Zona Merah" patahan gempa tektonik aktif, Palu-Koro.

"Hasil penelitian zona merah ini  jadi rekomendasi utama bagi Pemprov Sulteng untuk menyusun draft perda RTRW untuk  merelokasi warga ke pemukiman tetap," kata Gubernur Sulteng Longki Djanggola, usai Rapat Koordinasi II Masa Transisi Pemulihan dan Rekonstruksi Palu di Kantor Gubernur Sulteng, Kota Palu, Minggu (11/11/2018) siang.

Ketua PMI Makassar Syamsu Rizal MI, menyerahkan secara langsung bantuan school kid dan tenda yang akan difungsikan sebagai sekolah sementara bagi anak-anak korban gemba dan tsunami di Kota Palu, Sulteng, Selasa (30/10/2018).
Ketua PMI Makassar Syamsu Rizal MI, menyerahkan secara langsung bantuan school kid dan tenda yang akan difungsikan sebagai sekolah sementara bagi anak-anak korban gemba dan tsunami di Kota Palu, Sulteng, Selasa (30/10/2018). (HANDOVER)

Rakor dipimpin langsung Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukkam Wiranto, Menteri Agraria dan Tata Ruang M Sofyan Djalil.

Hadir pula Kepala Bappeda Sulteng Patta Tope, pejabat eselon I dari KemenPU-PR, Kementerian ESDM dan otoritas terkait.

Hasil Rakor ini akan jadi nomenklatur utama guna mencegah pembangunan sarana dan prasarana di zona merah.

Seperti yang dikutip dari Antara, Wapres JK berangkat dari Pangkalan TNI AU Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (11/11) siang, dengan menggunakan Pesawat Khusus Kepresidenan Boeing 737-400 TNI AU. 

Kedatangan Kalla ke Palu, kemarin, adalah kali ketiga 48 hari pasca-bencana yang menewaskan 2.073 orang dan melukai 10.679 warga itu. 

Lawatan pertama, Jumat (5/10/2018) atau tepat sepekan pasca-bencana Jumat (28/9/2018) lalu. Kunjungan di masa siaga bencana, kala itu untuk memastikan evakuasi korban dan penangnan awal pengungsi.

Lawatan kedua, Jumat 12 Oktober 2018 lalu, saat Palu mulai memasuki tahap Tanggap Darurat dan pemulihan awal insfrastruktur dan supra-struktur pasca-gempa.

Pesawat Lion Air di Bandara Mutiara SIS AlJufrie, dental latar belakang perkampungan dan bangunan hunian sementara (hurtara) pasca-gempa-tsunami, dan likuefaksi di Petobo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (4/11/2018).
Pesawat Lion Air di Bandara Mutiara SIS AlJufrie, dental latar belakang perkampungan dan bangunan hunian sementara (hurtara) pasca-gempa-tsunami, dan likuefaksi di Petobo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (4/11/2018). (dok_tribun_timur)
Halaman
123
Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Thamzil Thahir
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved