PMKRI Cabang Makassar Unjuk Rasa Tuntut DPR

sebagai bentuk kekecewaan PMKRI Cabang Makassar kepada DPR RI, karena dinilai terlalu mengintervensi urusan keagamaan Katolik.

PMKRI Cabang Makassar Unjuk Rasa Tuntut DPR
HANDOVER
Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Makassar Santus Albertus Magnus menggelar aksi unjuk rasa di depan Monumen Mandala, Jl Jend Sudirman, Makassar, Rabu (7/11/2018). 

Laporan Wartwan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Makassar Santus Albertus Magnus menggelar aksi unjuk rasa di depan Monumen Mandala, Jl Jend Sudirman, Makassar, Rabu (7/11/2018).

Aksi unjuk rasa ini sebagai bentuk kekecewaan PMKRI Cabang Makassar kepada DPR RI, karena dinilai terlalu mengintervensi urusan keagamaan Katolik.

"Aksi yang dilakukan oleh kawan-kawan PMKRI adalah bentuk daripada kekecewaan kami terhadap regulasi yang dikeluarkan oleh DPR. DPR bekerja layaknya bukan wakil rakyat, DPR lupa bahwa segala kebijakan haruslah mengayomi seluruh pemeluk agama yang ada di republik ini," ungkap Ketua Presidium PMKRI Cabang Makassar, Anastasia Rosalinda dalam rilisnya.

Ia menjelaskan, RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan mengindikasi adanya intervensi yang terlalu jauh terhadap kehidupan beragama terkhusus Katolik.

"DPR gagal paham terhadap sekolah Minggu, Katekisasi dan Remaja atau Pemuda Gereja, terkhusus Pasal 85. Pasal ini bisa saja menjadi belatih untuk merobek tenunan kebhinekaan," kata perempuan yang disapa Linda ini.

Lanjut Linda, dalam unjuk rasa itu, ada beberapa hal yang menjadi tuntutan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Makassar Santus Albertus Magnus.

Tuntutan tersebut yakni potong masa reses, tolak Pasal 71 dan 85 dalam RUU Lembaga Pendidikan Agama dan Pesantren, DPR tetap fokus pada tupoksi, dan tuntaskan Prolegnas," kata dia.

"Diharapkan Dewan Perwakilan Rakyat dapat lebih efektif dalam melaksanakan fungsi Legislasi," pungkasnya. (*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved