Duta Sekolah Ramah Anak Terbentuk di Maros, Guru dari Mandai Jadi Ketua
Pembentukan sekaligus pelantikan berlangsung pada penerapan pembelajaran di luar kelas atau out door classrom day oleh SDN 103 Inpres Hasanuddin
Penulis: Ansar | Editor: Nurul Adha Islamiah
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Duta Sekolah Ramah Anak terbentuk di Maros. Duta tesebut diketuai oleh Kepala SDN 103 Inpres Hasanuddin, Hj Nurwahida.
Pembentukan sekaligus pelantikan berlangsung pada penerapan pembelajaran di luar kelas atau out door classrom day oleh SDN 103 Inpres Hasanuddin, Kecamatan Mandai, Maros, Kamis (1/11/2018).
Duta dilantik oleh pengawas pendidikan wilayah Mandai, M Narwis.
Baca: Prediksi Persib vs Bhayangkara FC - Maung Bandung Pincang Tanpa 2 Pemain Kunci ini
Baca: SDN 103 Inpres Maros Juga Terapkan Sistem Belajar di Luar Kelas
Baca: Four Points Bakal Gelar Wedding Expo, Intip Promo dan Jadwal Kegiatan
Narwis mengatakan, untuk Kecamatan Mandai, gerakan belajar di luar kelas ini dilaksanakan di tujuh sekolah SD dan 2 SMP.
Selain Mandai, sejumlah kecamatan di Maros juga menggelar kegiatan yang sama.
"Duta ini dibentuk supaya Hak anak terhadap rasa aman, nyaman, sehat, ramah dan menyenangkan di lingkungan sekolah menjadi prioritas," katanya.
Pengurus Keluarga Peduli Pendidikan (Kerlip) Maros, Ilham Halimsyah mengatakan gerakan belajar di luar kelas oleh SDN 103 Inpres Hasanuddin, diinisasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak.
Baca: AHM Hadirkan 37 Line Up Terayar di IMOS 2018, Suguhkan 6 Zona Berbeda
Baca: UMP Sulsel 2019 Kini 2.86 Juta Bandingkan dengan Jawa Barat Cuma 1,66 Juta dan 31 Provinsi Indonesia
Baca: Fakta-fakta Tentang Black Box Pesawat: Dari Penemu, Fungsi Hingga Dinamakan Black Box
Kegiatan dikerjasamakan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kerlip bersama sejumlah pihak lainnya, termasuk pemerintah kabupaten.
"Belajar di luar kelas untuk membuat anak belajar sembari bermain. Ada sejumlah sekolah menerapkan pelajaran di luar kelas dan memprioritaskan waktu bermain anak," katanya.
Berdasarkan data Kerlip pusat, sebanyak 927.395 anak dari 3.907 satuan pendidikan di seluruh Indonesia ikut bergembira merayakan kegiatan belajar di luar kelas ini.
Satuan pendidikan tersebut terdiri SD, SMP dan SMA, madrasah, pondok pesantren dan PAUD.
Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:
Follow juga akun instagram official kami:
Baca: Sebelum Pesawat Lion Air JT 610 Jatuh, Eks Penumpang Sebut Ada Masalah Begini Sejak dari Denpasar
Baca: Pesawat Lion Air Jatuh - Waspada! Berikut 2 Hoax yang Viral, Selfie dan Kondisi Kabin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/murid-sdn-103-inpres-hasanuddin-kecamatan-mandai_20181101_172132.jpg)