Nurdin Abdullah Bahas Daerah Transmigrasi dengan Dirjen Pengembangan Desa

Nurdin Abdullah menekankan, daerah transmigrasi juga harus diperhatikan dengan membangun infrastruktur serta perhatian dari pemerintah setempat.

Nurdin Abdullah Bahas Daerah Transmigrasi dengan Dirjen Pengembangan Desa
HANDOVER
Nurdin Abdullah saat menerima kunjungan Direktur Jendral Pengembangan Kawasan Transmigrasi Desa, PDT Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Nurdin, di Ruang Kerja Gubernur, Senin (29/10/2018). 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah berharap kawasan transmigrasi dapat dukungan infrastruktur dan peningkatan ekonomi, termasuk menghadirkan inovasi teknologi di daerah tersebut.

"Untuk daerah transmigrasi, harus ada inovasi teknologinya. Di bidang pertanian, salah satunya dengan komoditas pangan yang menjanjikan seperti talas Jepang (saitamo) atau bengkoang. Yang dapat menarik minat mereka bertransmigrasi dan kesejahteraan mereka turut meningkat," kata Nurdin Abdullah saat menerima kunjungan Direktur Jendral Pengembangan Kawasan Transmigrasi Desa, PDT Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Nurdin, di Ruang Kerja Gubernur, Senin (29/10/2018).

Baca: 2000-an Agen Abutours, Jamaah dan Mitra Ajukan Verifikasi Tagihan di Pengadilan

Baca: Operasi Zebra 2018, Polda Sulbar Libatkan 240 Personel

Nurdin Abdullah menekankan, daerah transmigrasi juga harus diperhatikan dengan membangun infrastruktur serta perhatian dari pemerintah setempat.

"Daerah transmigrasi itu harus disinergikan kalau tidak lari-lari mereka. Yang sudah puluhan tahun sudah ngeluh soal bibit dan pupuk karena pemdanya tidak care. Makanya, kita dari provinsi mau tawarin soal jalan. Kasihan motor mereka sudah dimodifikasi sedemikian rupa," terangnya.

Baca: Gowa Berhasil Raih Penghargaan Kabupaten Layak Pemuda

Baca: KPU Toraja Utara Rakor Persiapan Penyusunan Rekapitulasi DPTHP

Sementara, Muhammad Nurdin, mengatakan, sejumlah daerah transmigrasi di Sulsel seperti Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Kota Palopo dan sebagian Wajo, sukses dengan kelapa sawit. Saat ini pengembangan yang ada dilakukan dengan pola yang berbeda. Yakni, dengan pola kemitraan termasuk dengan pihak swasta.

"Sisa-sisa lahan transmigrasi bisa kita kerjasamakan dengan perusahaan-perusahaan, investor. Karena tanpa ada investasi, lambat berkembang. Kalau ada investasi infrastruktur cepat dan mereka membawa dana," ujarnya.

Selain jalan dan jembatan, yang diperlukan di daerah transmigran adalah bendungan agar potensi daerah transmigrasi dapat dimanfaatkan dengan baik. Misalnya untuk lahan pertanian.

Muhammad Nurdin juga mendorong percepatan penyelesaian sertifikat konflik lahan transmigrasi. Di Sulsel ada sekira 13.000 bidang lahan yang belum tersertifikatkan. Ia pun mengintenskan rapat dengan dinas-dinas terkait.(*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved