Nikahi Brondong 20 Tahun, Begini Alasan Nenek 65 Tahun Pemilik Kebun Cengkeh Luas di Suli

Inade (65 tahun) dipersunting pemuda asal Kabupaten Enrekang bernama Muhammad Idris (20).

Saat ditemui TribunSidrap.com, di tempat tinggalnya, Rabu (25/10/2018), Inade mengatakan, tidak ada paksaan dalam pernikahan mereka.

"Mungkin inilah namanya jodoh, Pak. Saya tidak malu atas pernikahan ini, karena kami memang saling mencintai," kata Inade.

Muh Idris (20) dan Inade (65) / HANDOVER
Muh Idris (20) dan Inade (65) / HANDOVER (HANDOVER)

Saat ditanya soal uang panaik dalam istilah Bugis-Makassar adalah seserahan dari mempelai pria kepada wanita, Inade tak mau menyebut angka

Berapa jumlahnya? Janda yang ditinggal mati suaminya pada 18 Februari 2015 itu mengaku menerima uang panaik sebanyak Rp 10 juta dari Idris.

"Uang panaik Rp 10 juta, ada juga erang-erang (seserahan dalam adat Bugis Makassar)," ujarnya.

Sementara itu, keponakan Inade, Hj Asma mengaku bahagia atas pernikahan tantenya tersebut.

Baca: Menang 1-0, Robert Minta Pemainnya Terus Fokus, Pelatih Persib Mario Gomez Akui Gol PSM, Tapi?

Baca: Usai Laga PSM 1-0 Persib, Beberapa Pemain Kedua Tim Reunian, Ini yang Dilakukan Robert ke Ghozali?

"Kami tentu bahagia, apalagi mereka memang saling suka. Sebagai keluarga kita semua tentu mendukung," ujarnya.

Warga pun terus berdatangan ke lokasi acara pernikahan Inade dan Idris, yang terletak di Jl Poros Panca Lautang tersebut.

Didatangi Anggota DPRD

Pernikahan Inade (65), dengan brondong asal Kabupaten Enrekang, Muh Idris (20) tak hanya menyita perhatian warga khalayak umum.

Halaman
123
Penulis: Amiruddin
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved