Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ingin Cetak KTP Tanpa Antre Lama, Begini Saran Kadisdukcapil Maros

Pengurusan administrasi gratis atau tidak dipungut biaya. Jika melalui calo, maka akan dipersulit.

Tayang:
Penulis: Ansar | Editor: Anita Kusuma Wardana
Ansar
Plt Kepala Disdukcapil Maros, Burhanuddin saat berada di ruang kerjanya. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Warga dari 14 kecamatan, yang hendak mengurus pembuatan KTP, KK dan akte, diimbau untuk datang langsung ke kantor Disdukcapil Maros.

Pengurusan administrasi gratis atau tidak dipungut biaya. Jika melalui calo, maka akan dipersulit.

Hal tersebut dikatakan oleh Plt Kadis Dukcapil Maros, Burhanuddin, Selasa (23/10/2018).

Burhanuddin memastikan, warga yang mengurus KTP tidak akan lagi membutuhkan waktu yang cukup lama, seperti yang kerap dikeluhkan pemohon.

Jika berkas lengkap dan jaringan internet maksimal, hanya sekitar 30 menit pengurusan, KTP dan KK sudah dicetak.

"Silahkan datang langsung ke kantor kalau mau cepat. Jika berkas lengkap dan jaringan bagus, warga tidak perlu mengantre berjam-jam untuk mendapatkan KTP," katanya.

Saat ini Disdukcapil, mulai mengoperasikan alat percetakan yang mampu mencetak 300 lembar KTP setiap harinya.

Untuk segera merampungkan perekaman, Disdukcapil telag membuat jadwal untuk turun langsung ke kantor kecamatan, khususnya daerah yang jauh dari pusat pemerintahan.

Sebelumnya, sejumlah warga Maros membludak di kantor Disdukcapil. Mereka harus mengantre panjang, demi mengurus KTP elektonik.

Warga mengurus KTP lantaran ingin menggunakan hak suaranya pada Pemilu 2019. Hanya saja, warga mengeluhkan antrean panjang tersebut.

Seperti yang dialami oleh warga Kecamatan Bontoa, Rusman. Ia harus bolak balik dari kantor kecamatan ke Disdukcapil demi mendapatkan KTP.

Usahanya untuk perekaman tidak berjalan lancar. Sudah tiga hari, Rusman ke kantor Disdukcapil, namun perekamannya tidak pernah selesai. Petugas Disdukcapil membatasi jumlah perekaman.

"Sudah tiga hari saya urus KTP, tapi selalu kehabisan nomor antrean. Saya urus KTP untuk digunakan saat Pemilu. Tapi, ternyata kami dipersulit juga," katanya.

Kinerja petugas Disdukcapil dinilai sangat lamban saat melayani warga. Akibatnya, warga harus mengeluarkan uang dengan jumlah banyak.

Selain ongkos kendaraan, warga juga mengeluarkan uang untuk makan selama berada di kantor Disdukcapil. Namun hasilnya, nihil.

"Memang pengurusan KTP gratis. Tapi uang yang kami keluarkan sudah ratusan ribu. Itu untuk ongkos ke Disdukcapil dan uang makan. Uang kami malah habis banyak," katanya.

Penumpukan warga juga disebabkan, jumlah petugas yang melayani pembuatan KTP, tidak sebanding dengan pengurus. Hal tersebut menjadi alasan petugas membatasi pengurusan.

Lebih dekat dengan kami, jangan lupa update dan subscribe channel Youtube tribun timur: 

 Follow kami juga di akun Instagram: 

Baca: Jelang PSM vs Persib - Rahmat: Kami On Fire! Persib Bandung Datang di Waktu Tidak Tepat

Baca: Catat Ini Janji Patrich Wanggai Jelang Tandang ke Markas PSM, Head to Head 2 Tim Terbaik Liga 1

Baca: 2 Link Live Streaming Timnas U-19 Vs UEA U-19, Belajar dari Pengalaman Evan Dimas Tahun 2014

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved