Tarik Relawan Mahasiswa dari Palu, Dekan FTI UMI: Kami Akan Kirim Dosen

Relawan dan Bantuan Kemanusiaan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar genap 21 hari di Kota Palu

Tarik Relawan Mahasiswa dari Palu, Dekan FTI UMI: Kami Akan Kirim Dosen
handover
Tim Relawan dan Bantuan Kemanusiaan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar genap 21 hari di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Minggu (21/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim Relawan dan Bantuan Kemanusiaan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar genap 21 hari di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Minggu (21/10/2018).

Dekan FTI UMI Makassar Zakir Sabara HW mengatakan, terlalu banyak kisah yang harus diingat baik-baik untuk kelak diceritakan kembali ke anak cucu di tanah dengan sebutan Kaili itu.

Tentang persahabatan, optimisme, harapan, dan nilai-nilai kemanusiaan yang tidak akan pernah mati.

"Ini bukan kalimat perpisahan dari kami, tapi izinkan saya sebagai Dekan FTI UMI bersama anak-anak kami, (tim relawan dan bantuan kemanusiaan) pamit sejenak. Kembali ke Makassar dan ke kampus. Menyusun rencana dan program untuk saudara-saudara baru kami di Pasigala (Palu, Sigi, dan Donggala)," katanya, Minggu (21/10/2018).

Baca: VIDEO: Begini Perjalanan Ekstrem Relawan FTI UMI dan KNPI Sulsel ke Desa Tinggewale Pascagempa Palu

Posko relawan FTI UMI di Jl S Parman, kata Zakir, menjadi rumah kedua relawan untuk membangkitkan kembali semangat warga Pasigala.

"Menyusun strategi penyaluran logistik, menembus daerah terisolasi, merangkai purified water/penyulingan air siap minum, membangun tim trauma healing dan banyak lagi," ujar Zakir.

"Untuk itu ucapan terimakasih saja tak cukup rasanya kami haturkan untuk Bapak Julius Hoesan, pemilik rumah. Pak Julius tidak hanya menyerahkan rumahnya untuk dijadikan posko. Beliau juga menyumbangkan tenaga, pikiran, dan materinya. Padahal tiga pabrik rotan miliknya di Dupa, Taipa dan Pantoloan rata dengan tanah diterjang tsunami," jelasnya menambahkan.

Dia berpesar kepada pengungsi agar tetap berpegangan tangan dan saling menjaga.

Baca: VIDEO: Hujan Deras Tak Halangi Tim Kemanusian FTI UMI dan FT UGM Berbagi Sembako

"Anak-anakku di tenda-tenda pengungsian,  jangan pernah redupkan cahaya hidupmu. Tetaplah bermain, beribadah, berbahagialah! Hangat pelukmu nak adalah vitamin yang memberi kami kekuatan lebih," tutur Zakir.

FTI UMI sudah membuat program cuti dai bagi para dosen.

Mereka akan cuti dari kegiatan mengajar di kampus, tapi menjadi relawan untuk trauma healing dan dakwah di enam titik camp pengungsian Palu.(*)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved