Gempa Palu Donggala

Satgas PB Divif 3 Kostrad Dirikan TPA Untuk Anak-anak Korban Bencana di Kamp Pengungsi

Tiga minggu pascabencana, anak-anak di Kelurahan Kayumalue tidak mendapatkan pembelajaran ilmu agama karena TPA mereka rusak akibat gempa

Satgas PB Divif 3 Kostrad Dirikan TPA Untuk Anak-anak Korban Bencana di Kamp Pengungsi
HANDOVER
Selain melakukan trauma healing untuk anak-anak korban gempa tsunami dan likuifaksi di Sulteng, anggota TNI dari Satgas PB Divif 3 Kostrad juga ikut mendirikan TPA sekaligus mengajari anak-anak korban bencana alama di Camp pengungsian, Kelurahan Kayumalue, Kecamatan Palu Utara. 

TRIBUNSULBAR.COM, PALU - Selain melakukan trauma healing untuk anak-anak korban gempa tsunami dan likuifaksi di Sulteng, anggota TNI dari Satgas PB Divif 3 Kostrad juga ikut mendirikan TPA sekaligus mengajari anak-anak korban bencana alama di Camp pengungsian, Kelurahan Kayumalue, Kecamatan Palu Utara.

Tiga minggu pascabencana, anak-anak di Kelurahan Kayumalue tidak mendapatkan pembelajaran ilmu agama karena TPA mereka rusak akibat gempa bumi dan tsunami yang melanda Kota Palu, Sigi dan Donggalang akhir September lalu.

Melihat kondisi tersebut Dansatgas PRC PB Divif 3 Kostrad Kolonel INF Josep Tanada Sidabutar, menginstruksikan para komandan sektor untuk perintahkan anggotanya membangun TPA dan sekigus mengajar anak-anak mengaji di lokasi pengungsian, bagi yang mempunyai kemampuan mengajar.

Melalui siaran persnya yang diterima TribunSulbar.com, Minggu (21/10/2018) Danyon Arhanud 6/SBC Kostrad Letkol Arh Agung Rakhman Wahyudi mengatakan, setelah mendapatkan perintah tersebut ia langsung tugaskan anggotanya yang mempunyai kemampuan mengajar mengaji untuk segera mendirikan TPA dan mengajar di pengunsian.

Letkol Arh Agung Rakhman mengatakan, bahwa hari pertama dibukanya TPA, dua orang anggota TNI dibantu ibu-ibu majelis ta'lim Kelurahan Kayumalue, mulai mengajar mengaji 52 orang anak-anak yang tinggal di camp pengungsian dan sekitarnya.

"Alhamdulillah sore hari ini (kemarin) TPA di camp pengungsian Kelurahan Kayumalue sudah di buka, Anak-anak sudah bisa mengaji bersama-sama dan menimba ilmu di TPA yang dibuat oleh Batalyon Arhanud 16/SBC," ujar Letkol Arh Agung Rakhman Wahyudi.

Selain itu, Hj. Fitman anggota majelis Ta'lim Kelurahan Kayumalue yang ikut mengajar mengungkapkan, kegiatan ini sangat positif, sebab anak-anak bisa berkumpul mengaji dan belajar bersama-sama.

"Pasca kejadian tsunami sampai dengan sekarang anak-anak sama sekali tidak ada belajar mengaji karena blum ada tempat yang disiapkan,"kata Ustadzah Majlis Ta'lim Kayumalue itu.

Ia menyambut, kegiatan yang dilakukan anggota TNI tersebut sangat baik, karena bisa juga untuk menghilangkan trauma anak-anak.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved