Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Prof Dwia Minta Mahasiswa Untad Palu Program Sit In di Unhas Tegar Hadapi Cobaan

Acara diawali dengan lagu Indonesia Raya, doa bersama, lalu sambutan dari pimpinan Untad, Direktur Komunikasi dan Kepala Sekretariat Unhas

Penulis: Munawwarah Ahmad | Editor: Imam Wahyudi
abdiwan/tribuntimur.com
Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, resmi menerima 1.680 mahasiswa program Sit In asal Universitas Tadulako Palu, di Gelanggang Olahraga (Gor) Unhas Tamalanrea, Jumat (19/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Munawwarah Ahmad

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR- Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, resmi menerima 1.680 mahasiswa program Sit In asal Universitas Tadulako Palu, di Gelanggang Olahraga (Gor) Unhas Tamalanrea, Jumat (19/10/2018).

Proses pnerimaan mahasiswa sit in dihadiri Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu dan jajaran Wakil Rektor, Ketua Majelis Wali Amanat Prof Dr Basri Hasanuddin, berserta para Dekan dan Wakil Dekan se-Unhas.

Acara diawali dengan lagu Indonesia Raya, doa bersama, lalu sambutan dari pimpinan Untad, Direktur Komunikasi dan Kepala Sekretariat Unhas, serta Rektor Unhas.

Dekan Fakultas Teknik Untad (yang mewakili Rektor Untad) Prof Muhammad Amar menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Unhas, atas kesediaan menerima mahasiswa Untad untuk kuliah sementara di kampus Unhas. Dia mengatakan, terjangan gempa dan tsunami yang melanda Palu membuat sekitar 70 persen gedung dan kampus Untad rusak dan hancur.

“Namun demikian kita tidak bisa berdiam diri, dan menjadikan Untad bangkit lagi. Dan, insya Allah, mulai tanggal 5 November semua pelayanan di Untad akan dibuka lagi," kata Prof Amar di hadapan mahasiswanya.

Meski begitu, kata Amar, pihaknya mempersilakan mahasiswa Untad untuk tetap sit in paling minimal satu semester di Unhas. Kebijakan tersebut diambil di tengah proses healing yang akan dijalani mahasiswa Untad di Universitas Hasanuddin.

Para mahasiswa Untad yang sit in tersebut rata-rata adalah pengungsi yang menghindari adanya bencana susulan yang dapat mengancam keselamatan mereka. Sehingga, memilih untuk kuliah sementara di Unhas yang prosesnya paling lama dua semester.

Direktur Komunikasi dan Kepala Sekretariat Rektor Unhas Suharman Hamzah, Ph.D mengatakan, dalam pendaftaran dan pendataan awal mahasiswa sit ini tersebut dilakukan pihak dosen. Namun prosesnya berjalan kurang efektif, sehingga pihak sekretariat menerjunkan mahasiswa sukarelawan Unhas untuk mendata sekaligus berdialog dengan calon mahasiswa sit ini.

“Student volunteer inilah yang berbicara dari hati ke hati kepada mahasiswa dari Tadulako. Jadi mereka tidak diterima oleh saya atau dosen lain, tetapi diterima oleh sesama mahasiswa. Sehingga, jalur komunikasinya lebih gampang. Mereka terbuka, sehingga kami juga bisa memetakan kebutuhan-kebutuhan yang dipermasalahkan oleh adik-adik mahasiswa yang sit in,” kata Suharman.

Suharman menambahkan, mulai hari Senin, Unhas akan mengupayakan pembagian kartu mahasiswa sementara kepada mahasiswa Untad. Dengan kartu tersebut, para mahasiswa yang sit in bisa bebas mengakses semua fasilitas yang tersedia di Unhas.

Selain mengikuti kuliah di kelas, mahasiswa asal Tadulako, kata Suharman, akan mengikuti proses healing yang akan mendapat pendampingan psikologis dari Pusat Bimbingan dan Konseling (PBK), dan mereka juga akan saling berkomunikasi dengan mahasiswa volunteer yang siap mendamping mereka jika ada yang ingin ditanyakan tentang Unhas.

Sementara itu dalam sambutannya, Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu dengan gembira menyapa mahasiswa Tadulako yang akan kuliah sementara di tengah upaya perbaikan dan pembenahan gedung kampus Untad.

Prof Dwia juga mengajak mahasiswa Tadulako untuk tetap kuat, tegar, dan semangat menjalani perkuliahan di perguruan tinggi. Musibah yang menimpa wilayah Palu, Donggala dan sekitarnya, menurutnya, tidak lepas dari hikmah untuk dipetik dan dijadikan pelajaran agar tetap semangat menempuh kehidupan.

Prof Dwia mengatakan, pembukaan mahasiswa sit in ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan Unhas kepada sesama anak bangsa yang ditimpa musibah untuk terus mengemban misi pendidikan dan pengajaran kepada generasi muda bangsa.

“Ketika salah satu bagian dari masyarakat kita tertimpa musibah, maka kita bersama-sama, bahu-membahu ikut membantu. Terlebih lagi dalam proses menyiapkan kader-kader muda kita yang kelak menjadi pemimpin-pemimpin bangsa. Ruang kelas boleh runtuh, tetapi semangat belajar tetap utuh,” kata Prof Dwia yang disambut dengan tepukan aplaus ribuan mahasiswa Tadulako.

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved