Kemarau, 9 Ribu Warga Sulsel Terserang Penyakit Pernapasan

Nurul menyebut faktor yang berperan dalam menghadirkan gejala pernapasan adalah, yaitu virus dan lingkungan

Kemarau, 9 Ribu Warga Sulsel Terserang Penyakit Pernapasan
abdiwan/tribuntimur.com
Sejumlah anak bermain di daerah persawahan yang mengalami kekeringan di kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin/24/9/2018. BMKG Sulawesi Selatan menduga musim kemarau panjang akan berlangsung hingga bulan Oktober di berbagai wilayah di Sulawesi Selatan. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN - TIMUR.COM, MAKASSAR - Sepanjang musim kemarau beberapa bulan terakhir, ribuan warga Sulawesi Selatan terserang penyakit pernampasan. Gejalanya warga mengalami batuk, pilek/flu, demam, dan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

Data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan sepanjang 2018 jumlah penderita pernapasan atau flu sebanyak 9.299 orang. Penderita ini merupakan yang kasus terbanyak dari serangan penyakit lainya.

"Dari data survei langsung terpadu, penyakit berbasis puskesma terbanya adalah Influenza. Lalu disusul Diare," kata Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Sulsel, Nurul.

Nurul menyebut faktor yang berperan dalam menghadirkan gejala pernapasan adalah, yaitu virus dan lingkungan, serta faktor internal berupa daya tahan tubuh.

Masyarakat umumnya pada musim kemarau mobilitasnya tinggi, sehingga virus yang bertebaran dimana mana bisa menular denga cepat. Asupan cairan tubuh cenderung berkurang dan bisa menyebabkan demam.

Jika demam, kekebalan tubuh menurun dan membuat virus mudah menyerang. "Penyakit ini termasuk penyakit yang tidak kenal musim. Bahkan dimusim hujan, salah satu penyakit paling banyak kasusnya," sebutnya.

Menurut Nurul sebenarnya penyakit flu ini tidak membutuhkan penanganan medis yang terlalu berarti karena penyakit ini akan dapat sembuh dengan sendirinya.

Adapun pada umumnya, obat-obatan yang diberikan oleh dokter lebih difokuskan untuk meredakan gejala yang dirasakan agar si penderita bisa beristirahat dengan lebih nyaman.

Langkah pengobatan ini sebenarnya bisa dilakukan oleh sendiri dirumah yakni dengan beristirahat yang cukup, banyak konsumsi air putih, makanan seimbang dan menjaga tubuh agar tetap hangat.

Waktu tidur yang cukup adalah pompa energi yang baik untuk mengembalikan daya tahan tubuh agar kembali fit. Ketika seseorang terserang flu, kondisi ini biasanya berkaitan erat dengan kondisi daya tahan tubuhnya yang menurun.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved