Dinas PMD Maros Deteksi Dugaan Kecurangan Pilkades Alatengae

Calon kepala desa, mulai saling serang dan melakukan pengancaman pencabutan bantuan untuk warga miskin.

Dinas PMD Maros Deteksi Dugaan Kecurangan Pilkades Alatengae
HANDOVER
Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Dinas PMD Maros, Muhammad Aris 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Proses pemilihan desa di Maros, khususnya di Alatengae, Kecamatan Bantimurung, mulai memanas.

Calon kepala desa, mulai saling serang dan melakukan pengancaman pencabutan bantuan untuk warga miskin.

Tim pemenangan calon tertentu, telah mendata warga untuk diberikan bantuan. Jika tidak mau memilih calon tertentu, maka bantuan raskin akan dicabut.

Laporan dugaan kecurangan di Alatengae dan desa lainnya di 14 Kecamatan, telah diterima ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Maros, Minggu (14/10/2018).

Baca: Jelang Pilkades, Ada Warga Alatengae Maros Diancam Tak Dapat Jatah Rastra

Kepala Bidang Pemdes Dinas PMD Maros, Muh Aris mengatakan, dugaan kecurangan di Alatengae, telah dilaporkan oleh warga.

Cakades melakukan pengancaman dan pendataan bantuan.

"Saya sudah terima laporan itu, khususnya di Alatengae. Tidak boleh ada Cakades yang melakukan pengancaman dan pendataan warga untuk memilihnya. Itu pelanggaran," kata Aris.

Menurutnya, warga tidak boleh diancam demi kepentingan Cakades tertentu.

Warga harus diberikan kekebasan untuk memilih cakades pilihannya.

Baca: Rawan Ditunggangi, Cakades Alatengae Protes Pendataan Bantuan Dinsos Maros

Aris mengaku prihatin setelah mendapat laporan warga. Seharusnya, Pilkades di Maros menjadi percontohan.

Bukan malah saling menyerang.

"Tidak boleh ada pengamanan terhadap warga. Apalagi demi mendukung calon kades tertentu," katanya.(*)

Penulis: Ansar
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved