Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Gempa Bumi Palu

Update Gempa Palu: Pengungsi Depan Balaikota Palu Belum Dapat Bantuan

Keluhan korban gempa tsunami terkait ketersediaan logistik, karena tujuh hari terakhir banyak daerah tetangga yang sudah mengirimkan logistik

Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Imam Wahyudi
darul/tribun-timur.com
Ratusan warga Kota Palu melaksanakan zikir bersama di Anjungan Talise, Palu Timur, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, PALI, SULTENG - Korban gempa tsunami Palu, Donggala dan Sigi masih mengeluh ketersediaan logistik yang datang dari luar daerah.

Keluhan korban gempa tsunami terkait ketersediaan logistik, karena tujuh hari terakhir banyak daerah tetangga yang sudah mengirimkan logistik ke Palu.

Seperti para mengungsi di lapangan Watulemo depan kantor Wali Kota Palu Jl Balai Kota, Tanamodindi, Kecamatan, Mantikulore, Palu, Jumat (5/10/2018).

Salah satu pengungsi asal Palu Barat, Jamaluddin (48) mengatakan, sejak dia bersama istri dan anak mengungsi 29 September, belum mendapat bantuan.

"Kita belum dapat, katanya bantuan dari luar itu banyak masa kami dekat kantor wali kota belum dapat," kata Jamaluddin kepada tim tribun di kamp pengungsian.

Jamaluddin merasa heran, karena dia melihat sendiri puluhan truk membawa bantuan dari arah Pasangkayu Sulbar, melintas depan rumahnya di Palu Barat.

"Sebenarnya ini lucu, tiap hari saya ke rumah untuk cari pakaian disana dan itu saya lihat banyak truk tertulis bantuan untuk Palu, tapi itu dimana," ujarnya.

Beberapa ibu rumah tangga (IRT) yang mengungsi di depan Balai Kota, samping rumah Wawali Kota Palu, Sigit Purnomo mengeluh ketersedian beras dan popok.

"Wali kota dan wakilnya menghilang, ini kita disini kelaparan. Itu juga beras sama popok yang katanya sudah ada, mana," kata seorang RT kepada Tribun Timur.

Memang, kondisi kamp pengungsian di Lapangan Watulemo mulai terbantukan dengan air bersih. Tapi untuk makanan warga masih berharap dari dapur umum.

Sementara itu, para korban di Kelurahan Lagarutu Atas, Kecamatan Kamonji Palu juga mengeluhkan hal yang sana terkait ketersedian bantuan logistik yang ada.

Salah satu warga di Lagarutu atas Palu, Wiwik (38), berharap, agar koordinator dan relawan agar segera membagikan bantuan yang datang dari luar Kota Palu.

"Kami minta agar dibagikan, jangan itu ditumpuk. Kami juga meminta logistik itu jangan dibagikan bantuan hanya posko-posko, utamakan kami korban," katanya.

Wiwik mengaku, dia sempat datang ke Posko Mess Pemda menanyakan soal ketersediaan beras. Dia pun dapatkan tumpukan beras tapi untuk tim medis.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved