Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

ABM: Pelaku UMKM Butuh Pendampingan Berkala di Era Digitalisasi

Terkait pendampingan, ABM siap membantu mefasilitasi pendampingan itu melalui instansi terkait jika kelak duduk di kursi DPD RI.

Penulis: Abdul Azis | Editor: Nurul Adha Islamiah
Abdul Azis/Tribun-timur.com
Arianto Burhan Makka 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengusaha muda Sulsel, Arianto Burhan Makka (ABM), berharap agar pemerintah melakukan pendampingan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) demi meningkatkan ekonomi kerakyatan.

Terkait pendampingan, ABM siap membantu mefasilitasi pendampingan itu melalui instansi terkait jika kelak duduk di kursi DPD RI.

Menurut calon anggota DPD RI nomor urut 25 ini, sebagai bentuk kepeduliannya terhadap UMKM, pendampingan UMKM sangat penting demi kelangsungan hidup usaha kecil.

Perkembangan teknologi juga memaksa UMKM harus terus dibina melalui metode digitalisasi agar pergerakan usaha pelaku UMKM berlangsung cepat dan atraktif.

Selain itu, UMKM akan mampu membangun jejaring pemasaran yang kuat dengan pola online dan tentunya dengan biaya promosi yang lebih murah dan mudah.

Wakil Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulsel ini, sistem digitalisasi memaksa pelaku usaha harus bergerak cepat. Bukan berarti pola offline tidak bagus, tetapi era digital sekarang membuat segalanya menjadi mudah.

"Perlahan UMKM harus akrab dengan sistem digitalisasi. Menjalankan usaha dengan metode online. Tinggal bagaimana kita membantu pemerintah peduli dengan pelaku UMKM dengan melakukan pendampingan dimulai dari pelatihan secara berkala," jelas ABM via rilis ke Tribun Timur, Jumat (5/10/2018).

Menurutnya, UMKM adalah basis kemajuan ekonomi kerakyatan. Disamping karena modalnya kecil, hampir semua orang bisa melakukannya. Sehingga, peningkatan jumlah pelaku usaha saatnya harus terus bertumbuh agar rakyat mandiri dan meningkatkan taraf hidupnya.

ABM juga berharap agar pelaku UMKM di Sulawesi Selatan diharapkan bisa meningkat sekitar 5 persen per tahun sehingga dapat berperan lebih besar dalam menggerakkan ekenomi kerakyatan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved