Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Gempa Bumi Palu

Update Gempa Palu: Warga Donggala Rindu Minum Air Es

Aktivitas ekonomi yang sebelumnya itu sempat lumpuh pasca gempa 7.7 SR, 28 September lalu. Kini perlahan-lahan mulai membaik di Palu

Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Imam Wahyudi
Sanovra/tribun-timur
Sejumlah anak meminta sumbangan kepada pengguna jalan yang melintas di Desa Loli, Jl Poros Donggala - Palu, Sulteng, Kamis (4/10/18). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, PALU, SULTENG - Kondisi Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi, Sulteng perlahan-lahan pulih pasca gempa dan tsunami Jumat pekan lalu.

Aktivitas ekonomi yang sebelumnya itu sempat lumpuh pasca gempa 7.7 SR, 28 September lalu. Kini perlahan-lahan mulai membaik di Palu dan Donggala.

Walaupun begitu, warga masih punya beberapa keluhan seperti pembagian logistik, tenda dan obat-obatan, hingga keluhan warga ingin minum air es.

Seperti, Rahmat (24) warga Jl Ratulangi, Kelurahan Talise, Mantikolore, Donggala mengaku, jika nanti listrik sudah kembali normal dia lebih dulu mencari air es.

"Pokoknya pertama kalau menyala listrik nanti saya cari itu air es. Karena ini lima hari tidak minum air es," ungkap Rahmat kepada tribun timur, Kamis (4/10/2018).

Ada betulnya saat Rahmat dan beberapa warga lain yang ditanyai, apa yang dicari saat pulih, dijawab cari air es. Itu karena suhu di Palu memang sangat panas.

Memang belum ada prediksi suhu dari BMKG untuk Kota Palu dan sekitarnya. Tapi, suhu panas itu terasa sejak pukul 09.00, serasa seperti pukul 13.00 Wita.

Menurut sebagian warga di Donggala, suhu panas di Donggala, Palu juga Sigi. Hanya ada dua musim di daerah mereka yaitu suhu panas dan juga panas sekali.

"Disini dua suhu-ji bang, kalau bukan itu suhu panas atau panas sekali, makanya kalau sudah normal listriknya saya cari air es, bila perlu mandi," ujar Rahmat.

Rahmat menceritakan, terakhir kali dia mencicipi nikmatnya air bercampur es batu, menjelang beberapa jam sebelum gempa terjadi di Donggala dan Palu.

Pasca gempa, Rahmat beberapa kali menghayal mencicipi air kemasan gelas yang didapatnya dari petugas TNI ditiap posko atau beberapa emperan toko.

"Jadi bang, kalau minum air gelas itu menghayal saja kalau ada es didalam," tambah Rahmat sembari tawarkan air gelas kemasan ke wartawan tribun.

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved