Gempa Bumi Palu
Rumah Tak Hancur, Warga Donggala Ini Tetap Pilih Pulang ke Surabaya
Sitti Mahbuba satu dari 1.609 warga Donggala dan Palu yang diungsikan ke Makassar pasca gempa bumi berkekuatan 7,4 SR
Penulis: Hasan Basri | Editor: Imam Wahyudi
Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Alhamdulillah. Itu kata pertama yang diucapkan Sitti Mahbuba, korban selamat dari gempa dan tsunami di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, setelah tiba di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Kamis (04/10/2018).
"Alhamdulillah senang sekali, karena selama di sana hati was was. Jadi pas sampai disini alhamdulillah," kata pengungsi asal Surabaya ini kepada Tribun.
Sitti Mahbuba satu dari 1.609 warga Donggala dan Palu yang diungsikan ke Makassar pasca gempa bumi berkekuatan 7,4 SR yang disusul dengan Tsunami.
Mahbuba tidak sendiri. Ia bersama suaminya dan anaknya yang berusia delapan tahun. Setelah tiba di Makassar rencana akan langsung ke Kampung halamanya di Surabaya.
Ibu satu ini menceritakan ketika gempa dan tsunami melanda daerah itu, ia hendak pergi ke Masjid untuk melaksanakan Salat Magrib. Sebelum sampai di Masjid, tiba tiba terjadi gempa.
Ia dan warga setempat seketika langsung berlarian dan panik.
"Saya sedang berada di depan masjid untuk mau salat magrib, tiba tiba ada guncangan besar," kata St Mahbuba.
Mahbuba mengaku sangat bersyukur karena semua keluarganya selamat dari bencana ini dan rumahnya tidak ikut rubuh.
Meski demikian,untuk sementara tidak ingin tinggal di rumahnya di Donggala, karena ia taku gempa susulan kembali melanda daerah itu.