Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Gempa Bumi Palu

Begini Kondisi Pelabuhan Pantoloan Palu Pasca Gempa dan Tsunami

Direktur Utama Pelindo IV Farid Padang dan Direktur Operasi dan Komersial Riman S Duyo, telah berada di pelabuhan tersebut sehari pasca bencana.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Imam Wahyudi
fadli/tribuntimur.com
Pelabuhan Pantoloan, Palu, Sulteng, mengalami kerusakan pascagempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018) lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pelabuhan Pantoloan, Palu, Sulteng, mengalami kerusakan pascagempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018) lalu.

Quay crane yang menjadi salah satu nadi fungsi operasional pun roboh. Beruntung rubuhnya alat andalan tersebut ke arah kolam sehingga dermaga masih tetap dapat digunakan untuk soft operation, terutama untuk melayani bongkaran kapal yang membawa bantuan logistik sembako.

Direktur Utama Pelindo IV Farid Padang dan Direktur Operasi dan Komersial Riman S Duyo, telah berada di pelabuhan tersebut sehari pasca bencana.

“Kami berada di Pelabuhan Pantoloan pasca gempa membawa beberapa misi, pertama pemulihan operasional pelabuhan pasca gempa, kedua melaksanakan tugas kemanusiaan untuk mendistribusikan bantuan logistik sembako dari Pelindo IV maupun BUMN lain, dan ketiga, membantu memfasiltiasi pengungsi yang ingin keluar dari Palu melalui pelabuhan," kata Riman S Duyo dalam keterangan persnya, Kamis (4/10/2018).

Pemulihan ini dilaksanakan secara bertahap. Tahap pertama, melakukan assesment fasilitas dermaga, trestle, jaringan instalasi, dan fungsi operasional lainnya. Terdapat kerusakan di peralatan seperti quay crane, luffing crane, rail dan engine unposition sehingga membutuhkan waktu untuk difungsikan secara normal kembali.

Namun sejauh ini, dermaga telah dapat disandari oleh kapal Pelni antara lain KM Lambelu dan KM Bukit Siguntang, Kapal milik Navigasi, KPLP, KRI, dan beberapa kapal lain yang akan datang menjalankan misi kemanusiaan antara lain membawa bantuan.

Secara umum, kegiatan di pelabuhan tetap berjalan sambil terus diadakan pembenahan dan perbaikan. Diharapkan Oktober ini juga, kegiatan yang bersifat bongkar muat yang lebih luas dapat beroperasi. Terminal penumpang telah difungsikan kembali, baik untuk operasional maupun untuk menampung pengungsi.

Sementara itu, tugas mulia Pelindo IV sebagai kordinator BUMN yang membawa dan mendistribusikan logistik kemanusiaan bagi para korban terus berjalan.
Di Makassar, Kantor Pusat dan cabang, roda posko yang ada terus bergerak. Demikian pula di seluruh cabang kelolaan Pelindo IV.

Tercatat sampai saat ini sudah lebih kurang 100 ton bantuan yang telah tiba di Pelabuhan Pantoloan, dan telah terdistribusi separuhnya. Selebihnya terus berjalan, didistribusikan kepada masyarakat korban gempa dan tsunami.

Pelindo IV juga mendapat penugasan khusus untuk memfasilitasi dan membantu ribuan pengungsi yang ingin keluar dari Palu.

Hal ini dilatarbelakangi pada saat kunjungan, Menteri BUMN, Rini Sumarno melihat alangkah banyaknya pengungsi yang ada di bandara dan antri diterbangkan pesawat herkules.

Kondisi miris inilah yang akhirnya bermuara pada penugasan Pelindo IV untuk mengkoordinasikan kepada stake holder terkait seperti PT Pelni, Pertamina, Perum Damri, Lantamal Makassar, dan Kepolisian, Kemenhub dan KSOP Pantoloan untuk melakukan aksi cepat tanggap menangani pengungsi.

Tanggal 1 dan 2 Oktober, 1.793 orang berhasil dievakuasi melalui pelabuhan dengan kapal, 190 oran diangkut oleh kapal Pelni dan 1.603 lainnya diangkut oleh KRI 590-4 Makassar. Tanggal 3 Oktober sebanyak 512 orang juga dievakuasi. Setelah terangkutnya para pengungsi ini, bandara nyaris bersih dari pendudukan pengungsi.

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved