Gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala

Polri Turunkan 9 Anjing Pelacak ke Balaroa Palu, Cari Korban yang Tertimbun Reruntuhan

Masing-masing dari Makassar dua ekor, Baharkam Polri empat ekor dan juga Polda setempat dua ekor dan Polda Sulteng satu ekor.

Polri Turunkan 9 Anjing Pelacak ke Balaroa Palu, Cari Korban yang Tertimbun Reruntuhan
TRIBUN TIMUR/NURHADI
Direktorat Baharkam Polri mengerahkan tim khusus dan anjing pelacak K-9 ke Perumnas Balaroa, Kota Palu, untuk mencari korban gempa Bumi Donggala-Palu yang masih tertimbun tanah dan runtuhan bangunan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PALU - Direktorat Baharkam Polri mengerahkan tim khusus dan anjing pelacak K-9 ke Perumnas Balaroa, Kota Palu, untuk mencari korban gempa Bumi Donggala-Palu yang masih tertimbun tanah dan runtuhan bangunan.

Balaroa merupakan salah satu daerah yang mengalami dampak parah gempa bumi dengan kekuatan 7,7 magnitudo dengan kedalaman 10 km atau 27 km timur laut pada Jumat (28/9/2018) petang.

Kelurahan Balaroa hancur dalam hitung detik. Tanah terbelah dan mengeluarkan lumpur kemudian bergeser sekitar 300-500 meter kemudian merosot atau jatuh 5-10 km.

Salah satu tim K-9 Bripka Tarya mengatakan, sampai saat ini Polri menurunkan anjing palacak sebanyak sembilan ekor.

"Sejak hari pertama ada delapan ekor. Ditambah satu dari kendara sehingga jumlahnya semua sembilan ekor,"katanya.

Dikatakan, sebannya sembilan ekor anjing pelacak K-9 itu masing-masing dari Makassar dua ekor, Baharkam Polri empat ekor dan juga Polda  setempat dua ekor dan Polda Sulteng satu ekor.

"Kemarin di Balaroa kami temukan 12 korban di sembilan titik. Kemudian untuk hari ini kembali temukan dua titik dan kami langsung tandai,"tuturnya.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved