Gempa Palu Donggala
ACT: Korban Gempa Palu dan Donggala Alami Krisis Pangan dan Air bersih
Di beberapa tenda pengungsian, umumnya orang tua, Ibu-Ibu dan anak-anak mencari pasokan makanan.
Penulis: Alfian | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Memasuki hari ketiga, Minggu (30/9/2018), pasca diguncang gempa berkekuatan 7,7 SR. Warga dan Masyarakat Kota Palu dan Donggal alami krisis pangan dan air bersih.
Di beberapa tenda pengungsian, umumnya orang tua, Ibu-Ibu dan anak-anak mencari pasokan makanan. Tak hanya itu, gempa yang menyebabkan tsunami ini juga membuat aliran listrik padam dan terhentinya air bersih dari pipa-pipa PDAM.
Rilis yang diterima dari tim ACT MRI di Lokasi, penjarahan di sejumlah mini market tak bisa dihindari. Tak jarang pula warga bersitegang dengan relawan yang bertugas demi untuk "bertahan hidup".
"Kami ini butuh makan, keluarga kami bisa mati karena hanya terus diminta untuk bersabar dan memunggu" Kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain makanan dan air bersih, bahan bakar juga menjadi rebutan warga. Setidaknya ada 3 titik pom bensin diserbu masyarakat untuk mendapatkan bahan bakar.
Sebagai bentuk tindakan awal, ACT MRI bersama relawan dari komunitas dan satuan prajurit TNI melakukan evakuasi terhadap korban gempa yang tertimbun di reruntuhan hingga kedalaman 5 meter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/act_20180930_154638.jpg)