Gempa Bumi Palu
UPDATE GEMPA PALU: Jenazah Tiba di Jalan Onta Makassar, Begini Sosok Agung di Mata Kerabat
Agung disemayamkan di rumah pamannya, Sambas (58), sambil menunggu orangtuanya yang sedang dalam perjalanan dari Papua.
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Imam Wahyudi
Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jenazah Anthonius Gunawan Agung, korban gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah, tiba di rumah duka, Jl Onta Baru No 45, Mamajang, Kota Makassar, Sabtu (29/9/2018) malam.
Agung merupakan petugas Air Traffic Controller (ATC) di tower AirNav Bandara Mutiara SIS Al Jufri, Palu, yang tewas usai melompat dari lantai empat tower saat gempa terjadi.
Peti jenazah agung ditutup dengan bendera merah putih, dan diangkat oleh sejumlah truna ATKP.
Agung disemayamkan di rumah pamannya, Sambas (58), sambil menunggu orangtuanya yang sedang dalam perjalanan dari Papua.
Di mata Sambas, Agung adalah sosok pemuda yang memiliki kehidupan sosial yang baik dan pandai bergaul.
"Sosialnya sangat bagus, teman-temannya sering tidur di sini, belajar bersama. Anak muda gaul jaman sekarang lah. Dia sangat baik, pribadinya baik," kata Sambas.
Sambas menyebut, pribadi Agung sangat baik, dimana sejak jaman kuliah, Agung sering berkumpul bersama rekan-rekannya.
"Saya tidak terlalu hafal dia mulai kerja sejak kapan. Sehari-harinya sangat baik, dekat dengan teman-temannya. Seperti itulah anak-anak jaman sekarang," kata Sambas.
Pihak keluarga, menurut Sambas, mendapatkan informasi meninggalnya Agung melalui media sosial twitter, yang kemudian, pihak Airnav Indonesia juga menghubungi pihak keluarga Agung secara langsung.
"Kita dapat info pertama dari twitter, kemudian ada info dari AirNav langsung. Rencananya akan dimakamkan di Makassar," ucapnya.
Almarhum Agung adalah personel yang bertugas di Tower ATC AirNav Indonesia Cabang Palu, Bandara Mutiara Sis Al-Jufrie.
Sebelum gempa terjadi, Agung sedang melayani pesawat Batik Air ID 6231 yang akan terbang dari Palu menuju Makassar.
Agung telah memberikan clearance kepada Batik saat gempa terjadi, sebelum memutuskan lompat untuk mencoba menyelamatkan diri.
Namun nasib berkata lain, Agung terluka saat lompat dari ketinggian, kakinya patah, dan tak dapat bertahan saat akan dibawa ke rumah sakit.