Golkar Makassar Target 10 Kursi, Aru: Ada Caranya

Aru juga memastikan bahwa saksi Partai Golkar bekerja untuk partai, bukan untuk caleg.

Golkar Makassar Target 10 Kursi, Aru: Ada Caranya
TRIBUN TIMUR/ABDUL AZIS
Ketua DPD II Golkar Makassar, Farouk M Betta 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Makassar menargetkan 10 kursi dari total 50 kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar pada pemilihan umum (Pemilu) 2019.

Ada lima daerah pemilihan yang tersebar di 153 kelurahan dan desa di 15 kecamatan. Setiap dapil, partai berlambang pohon beringin itu menargetkan dua kursi.

"Kalau kemarin Golkar punya delapan kursi, kita naikkan menjadi 10. Bagaimana caranya? Yang tahu cuma caleg Golkar Makassar," ungkap Ketua DPD II Golkar Makassar, Farouk M Betta, Senin (24/9/2018).

Ketua DPRD Makassar itu menambahkan bahwa setiap caleg punya tandem di provinsi maupun di pusat. Hanya saja, Aru sapaannya enggan membeberkan nama-nama tandem calegnya.

Baca: Incar Kursi DPR RI, Yuslim Patawari Siap Hadapi Penantang di Dapil II Sulsel

Baca: Gerindra Incar Kursi Ketua DPRD Luwu Utara di Pileg 2019

"Berapa suara yang wajib diperoleh setiap caleg Golkar? Bagaimana caranya agar mereka tidak saling mendehului dan mendapat suara rakyat? Hanya mereka yang tahu karena itu soal dapur partai," tuturnya.

Aru juga memastikan bahwa saksi Partai Golkar bekerja untuk partai, bukan untuk caleg. Menurutnya, jika ada saksi Golkar bekerja untuk caleg tertentu, maka bisa saja melahirkan iri sesama caleg.

"Saksi partai mengawal suara partai sesuai aturan. Tidak boleh berafiliasi dengan calon. Silakan bekerja sesuai intruksi partai. Makanya Bappilu tidak maccaleg, karena dia melayani semua caleg Golkar," tegas Aru.(*)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved