Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemprov Sulsel Genjot Budidaya Tanaman Sakura

Terkait wilayah penanaman masih menjadi kajian, terutama daerah dingin, seperti di wilayah Toraja dan Malino kabupaten Gowa.

Penulis: Saldy Irawan | Editor: Anita Kusuma Wardana

Laporan wartawan Tribun-Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bunga Sakura yang hanya ada di negara Jepang, nantinya akan bisa dinikmati keindahannya oleh masyarakat Sulawesi Selatan.

Budidaya Bunga Sakura menjadi perhatian Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah untuk dikembangkan di Sulawesi Selatan, khususnya di wilayah dataran tinggi.

Menurutnya dengan hadirnya bunga ini akan memberikan karakter provinsi Sulsel dibawah nahkoda Prof Andalan (Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman)

Ia menjelaskan selama 60 tahun hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang berbagai kerjasama telah dilakukan.

Baca: 300 Bibit Bunga Sakura Jepang bakal Ditanam di Toraja

Hal tersebut tak lepas juga dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Nurdin menyebutkan kerjasama dengan Jepang sudah dilakukan dalam berbagai bidang, mulai dari otomotif, ekspor hasil laut, dan banyak lagi.

Namun untuk bunga asal Jepang ini ia akui baru pertama kali dijajaki oleh pemerintah.

Ia pun memberikan jika kerjasama ini terealisasi maka warga Sulsel tentunya tidak perlu jauh-jauh untuk terbang ke Jepang hanya untuk menikmati dan melihat bunga sakura.

"Banyak orang ingin melihat bunga sakura, tidak punya kemampuan ke Jepang. Bunga sakura kita tanam di sini, ada juga punya kemampuan (ke Jepang) tetapi takut naik pesawat. Ini akan menambah daya tarik baru untuk wisata ke Sulsel," kata Nurdin.

Rencananya, Oktober mendatang sudah dilakukan ditanam dan dikembangkan di beberapa daerah di Sulsel yang cocok dengan wilayah tumbuh sakura.

Terkait wilayah penanaman masih menjadi kajian, terutama daerah dingin, seperti di wilayah Toraja dan Malino kabupaten Gowa.

Adapun untuk pengadaan bibit, Nurdin belum merinci, untuk penanaman akan dicoba terlebih dahulu.

"Saya belum tahu, tetapi kita coba dulu, kalau ini berhasil kita kembangkan lebih luas, di Bantaeng sudah ada, jadi ini yang kedua, ini Oktober mulai," sebutnya.

Untuk mendukung hal tersebut, maka akan datang tim dari Jepang sebanyak 30 orang, termasuk melakukan penanaman.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved