Narasumber Talk Show di Bantaeng, Prof Marzuki DEA Beberkan Ini
Menurutnya, peran pemerintah dalam menggerakkan perekonomian disesuaikan dengan keuangan yang dikelola.
Penulis: Edi Hermawan | Editor: Imam Wahyudi
Laporan Wartawan TribunBantaeng.com, Edi Hermawan
TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Ekonom Regional Sulawesi Selatan, Prof Marzuki DEA didaulat sebagai narasumber pada Talk Show Stakeholder Day di Kantor KPPN Bantaeng, Jl Teratai, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Selasa (28/8/2018).
Pada kesempatan tersebut dia menjabarkan tiga penggerak perekonomian yaitu pemerintah, perbankan dan pengusaha.
Menurutnya, peran pemerintah dalam menggerakkan perekonomian disesuaikan dengan keuangan yang dikelola.
Dia mencontohkan perputaran uang yang dikelola pemerintah di Sulawesi Selatan (Sulsel) setiap harinya sebesar Rp 65 triliun pada 21 Kabupaten/kota.
"Dari 65 triliun itu berasal dari kabupaten kota Rp 33 triliun, dana pusat Rp 19 triliun, dana provinsi serta Pendapatan Asli Daerah (PAD)," ujarnya dihadapan peserta.
Sedangkan penggerak ekonomi kedua adalah perbankan dengan perputaran uang di Sulsel mencapai Rp 70-80 triliun, tetapi itu adalah total, mencakup semua kredit dari dulu sampai sekarang.
Sedangkan perputaran uang yang diakibatkan oleh perbankan sendiri hanya mencapai pada angka Rp 2-3 triliun tiap harinya.
"Penggerak ekonomi ketiga adalah masyarakat atau pengusaha yang berstatus sebagai sumber pembiayaan sendiri dan akan bergerak terus secara sendiri," tambahnya.
Dia menjelaskan bahwa pergerakan ekonomi masyarakat akan berjalan tanpa peduli pada perbankan maupun pemerintah, seperti pedagang-pedagang kecil.
Sehingga dari ketiga aspek penggerak tersebut, dia melihat bahwa semua aspek saling berkaitan dan geliat pembangunan digerakkan oleh semua pelaku.
Namun demikian, dari ketiganya pemerintah masih dominan sebagai sektor penggerak ekonomi, sehingga pengelolaannya harus dilakukan dengan baik.
Pada kesempatan itu, hadir Pj Bupati Bantaeng Ashari Fakhsirie Radjamilo, Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto, pejabat dari Jeneponto dan unsur Forkopimda Bantaeng.