Latihan Sikatan Daya 2018, Prajurit TNI AU Harus Mampu Pakai Bom hingga Roket
Fadjar Prasetyo membuka kegiatan Latihan Antar Satuan Koopsau II Sikatan Daya Tahun 2018, di Makoopsau II
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara II Marsda TNI Fadjar Prasetyo membuka kegiatan Latihan Antar Satuan Koopsau II Sikatan Daya Tahun 2018, di Makoopsau II, Senin (27/8/2018).
Dalam sambutannya, Pangkoopsau II mengatakan, rangkaian latihan Sikatan Daya 2018 akan dibagi dalam dua tahap, meliputi latihan gladi mako, dilanjutkan dengan tactical air manouvering game (TAMG), dan puncaknya akan dilakukan kegiatan manuver lapangan.
"Sebelum pelaksanaan manuver lapangan, para pelaku latihan akan memulai kegiatan latihan posko. Melalui latihan posko, diharapkan akan terjalin suatu koordinasi yang lebih baik, serta akan dicapai tingkat keterpaduan di antara pelaku latihan," ujar Pangkoopsau II dalam rilis, Selasa (28/8/2018).
Lebih lanjut Pangkoopsau II mengatakan bahwa latihan Sikatan Daya merupakan program latihan Koopsau II tahun 2018, dengan maksud untuk menguji rencana operasi Koopsau II.
Juga merupakan kelanjutan dari latihan satuan jajaran Koopsau II yang telah dilaksanakan sebelumnya di satuan masing-masing seperti latihan perorangan, satuan dan atar satuan dalam rangka meningkatkan profesionalisme prajurit.
"Meskipun latihan ini merupakan latihan interen jajaran Koopsau II, tapi hendaknya seluruh pelaku dapat melaksanakannya dengan serius dan penuh rasa tanggung jawab, karena dalam kegiatan manuver lapangan nanti akan digunakan beberapa jenis amunisi yang sesungguhnya, baik bom, roket maupun peluru tajam," ungkapnya.
"Selain beresiko tinggi, penggunaan amunisi ini tentu saja juga menuntut skill dan kecermatan yang tinggi. Oleh karena itu, saya menekankan kepada seluruh peserta latihan untuk selalu mengutamakan aspek lambangja serta profesional dalam melaksanakan setiap tahapan latihan," smbung Pangkoopsau II.
Lanjut Pangkoopsau II, latihan yang dilaksanakan, tentunya tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kemampuan satuan-satuan jajaran Koopsau II dalam memahami dan mengaplikasikan doktrin atau petunjuk operasi udara dan sistem pembinaan latihan TNI Angkatan Udara.
"Tetapi sekaligus untuk meningkatkan dan memantapkan koordinasi satuan-satuan jajaran Koopsau II dalam bentuk kerjasama dan kodal dalam mendukung terselenggaranya operasi udara. Sehingga akan didapat pengalaman, baik bagi perorangan maupun satuan dalam merencanakan operasi, guna menghadapi situasi yang terjadi di wilayah Koopsau II," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/koopsau_20180828_143045.jpg)