Idrus Marham Mundur karena Tersangka KPK, Teman Ungkap Kecerdasannya Saat Sekolah
Idrus membenarkan bahwa pengunduran dirinya ini terkait statusnya sebagai tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Idrus adalah orang Sulawesi Selatan kedua dalam Kabinet Kerja, setelah Amran Sulaiman yang dilantik menjadi Menteri Pertanian sejak awal pemerintahan Jokowi-JK, 2014.
Idrus juga politisi Golkar ketiga pada Kabinet Kerja, selain Luhut dan Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto (Ketua Umum DPP Golkar).
Kendati menjabat Ketua Umum Golkar sejak Kongres Luar Biasa (KLB) di Jakarta, 18 Desember 2017 lalu, presiden memastikan tidak akan mengganti Airlangga pada Kabinet Kerja.
"Kita tahu ya ini Pak Airlangga ini kan di dalam sudah menjadi menteri, ini kan tinggal berapa, tinggal satu tahun saja (masa kerja Kabinet Kerja). Kalau ditaruh orang baru, belajar paling nggak enam bulan, kalau nggak cepat bisa setahun untuk menguasai itu," kata Presiden ketika ditemui di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/1/2018).
Mantan Wali Kota Solo itu juga menilai Airlangga sebagai sosok yang benar-benar mengerti dan menguasai sektor perindustrian.
"Kita lihat dan memang di Kementerian Perindustrian Pak Airlangga itu betul-betul menguasai dan mengerti betul yang berkaitan dengan makro, konsep makro industri di negara kita, menyiapkan strategi industri hilirisasi ke depan seperti apa," katanya.
Oleh karena itu, Presiden tidak ingin ada jeda waktu yang tidak produktif jika posisi tersebut digantikan oleh orang lain lantaran adanya isu pelarangan rangkap jabatan.
"Jangan sampai tinggal waktu seperti ini kita ubah dan baru bisa belajar. Ini kementerian yang tidak mudah," katanya.
Presiden juga mempertimbangkan urusan di Partai Golkar yang belum selesai.
"Urusan di Golkar tanyakan ke Pak Airlangga (Ketum Golkar) karena proses di Golkar sendiri kan belum selesai. Jadi kalau proses belum selesai jangan ditanyakan dulu," katanya.
Sedangkan JK mengatakan ketua partai yang menjadi menteri bisa mengurus partai pada malam hari sehingga tetap dapat lebih berkonsentrasi menjalankan tugas sebagai pejabat pemerintah.
"Urusan partai itu kan bisa diurus malam-malam," katanya.
Posisi Airlangga, menurutnya, berbeda dengan Khofifah yang mengundurkan diri sebagai Menteri Sosial karena akan mengikuti pemilihan Gubernur Jawa Timur.
"Beda dengan Khofifah karena di Jawa Timur. Ini Jakarta, jadi masih ada waktu untuk mengurus kebijakan di kabinet dan tentu akan ada penegasan-penegasan lagi," katanya.
Saat ditanya apakah itu berarti Airlangga tetap akan di kabinet, JK hanya mempersilakan apabila ada yang menafsirkannya demikian.