Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Warga Yang Sumpah Alquran di Jeneponto Ternyata Melibatkan Paman dan Ponakan, Begini Ceritanya

Sumpah itu melibatkan Salmawati alias Mama penuduh santet, dan Ramli (tertuduh pelaku santet).

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Nurul Adha Islamiah
Muslimin Emba/Tribun
Salaima (55), istri Ramli yang terlibat sumpah dibawa Alquran saat ditemui di rumahnya, Dusun Nangka-Nangka, Desa Balumbungan, Kecamatan Bontoramba, Jeneponto, Sabtu (11/08/2018) pagi. 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BONTORAMBA - Pembuktian tuduhan dengan cara sumpah di bawah Alquran mengehebohkan warga Dusun Nangka-Nangka, Desa Balumbungan, Kecamatan Bontoramba, Jeneponto, Jumat kemarin.

Sumpah itu melibatkan Salmawati alias Mama penuduh santet, dan Ramli (tertuduh pelaku santet).

Sabtu (11/08/2018) pagi, awak TribunJeneponto.com, pun mencoba menggali penyebab langkah sumpah di bawah Alquran itu dipilih.

Ditemui di rumahnya, Saliama (55) yang merupakan istri Ramli mengungkapkan sumpah Alquran itu melibatkan suaminya Ramli dan Salmawati yang merupakan keponakannya.

Sumpah Alquran ditempuh Ramli setelah ia tidak tahan lagi dituduh oleh Salma sebagai pelaku santet atas meninggalnya adik Salma, Basri yang tiga bulan lalu.

"Setiap meninggal adiknya Salmawati, saya satu rumah di tuduh (santet), mulai adik Anca, terus Niara dan terakhir ini baru-baru meninggal Basri, saya semua yang dituduh yang lakukan santet," kata Saliama.

Menurut Saliama, tuduhan Salma terhadap dirinya tidak berdasar. Musabahnya ketiga adik Salma yang meninggal itu terbilang meninggal secara wajar.

"Itu Anca adiknya (Salma) yang pertama meninggal karena terkena mesin kayu waktu kerja rumah, itu Niara meninggal karena sakit, begitu juga Basri, tapi saya semua yang dituduh lakukan santet," ujarnya.

Perlahan, Salaima pun menelusuri alasan Salma menuduh ia dan suaminya melakukan santet.

Dari hasil penelusurannya, rupanya Salmawati menuduh Salaima dan suaminya Ramli melakukan santet atas informasi yang disebarkan oleh Rubiah yang juga merupakan saudara kandung Ramli.

"Itu Rubia yang bilang ke Salma, dia (Rubiah) bilang, we mati itu adikma karena pamanmu Ramli yang kasih kena (santet). Disitu Salma emosi dan mulai mengajak bertengkar adu mulut," ungkap Salaima.

Akibat sering dituduh melakukan santet dan kerap adu mulut dengan Salmawati, Ramli pun menantang Salmawati membuktikan tudingannya dengan sumpah di bawah Alquran.

"Tidak tahanma sama suamiku (Ramli) dituduh lakukan santet, adama 14 tahun ini selalu dicurigai dan dituduh punya ilmu guna-guna (santet) makanya saya lapor ke polisi dan sepakat untuk sumpah di bawah Alquran," terang Salaima.

Pengambilan sumpah di bawah kitab suci itu berlansung di masjid Al Fattah dusun setempat. Dipimpin oleh imam desa setempat, Dg Ngemba, yang disaksikan oleh tokoh masyarakat setempat Baso Lala dan Kepala Desa Balumbungan Hj Surmiati Fatta.

Pengambilan sumpah di bawah kitab suci berlangsung di masjid Al Fattah dusun setempat. Dipimpin oleh imam desa setempat, Dg Ngemba, yang disaksikan oleh tokoh masyarakat setempat Baso Lala dan Kepala Desa Balumbungan Hj Surmiati Fatt
Pengambilan sumpah di bawah kitab suci berlangsung di masjid Al Fattah dusun setempat. Dipimpin oleh imam desa setempat, Dg Ngemba, yang disaksikan oleh tokoh masyarakat setempat Baso Lala dan Kepala Desa Balumbungan Hj Surmiati Fatt (Muslimin Emba/Tribun)

Salmawati merupakan anak dari Jahariah yang merupakan kakak kandung dari Ramli.

Sementara, Salmawati yang hendak diambil keterangannya, oleh warga sekitar menyarankan agar tidak ditemui lantaran masih dalam keadaan emosi. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved