Kasus Penipuan Abu Tours

Sidang Gugatan Penyitaan Aset Abu Tours oleh Polda Kembali Digelar

Hadiri sejumlah perwakilan agen dan calon jemaah Abu Tours yang menjadi korban penipuan dan penggelapan ini.

Sidang Gugatan Penyitaan Aset Abu Tours oleh Polda Kembali Digelar
TRIBUN TIMUR/HASAN BASRI
Sidang gugatan Maskapai Saudi Arabian Airlines pada Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, kembali digelar di Pengadilan Negeri Makassar, Senin (16/07/2018). 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Sidang gugatan Maskapai Saudi Arabian Airlines pada Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, kembali digelar di Pengadilan Negeri Makassar, Senin (16/07/2018).

Sidang lanjutan praperadilan tersebut digelar dengan agenda mendengarkan saksi ahli dari ahli pidana Prof Said Karim yang dihadirkan oleh Kepolisian Daerah Sulsel.

"Hukum publik harus diutamakan dari pada hukum privat," kata Prof Said Karim dalam ruang persidangan

Menurut Prof Karim ketika ada alat bukti yang disita oleh penyidik, hakim bisa mengembalikan baramg bukti itu, tetapi harus dalam putusan perkara pokok.

Maskapai Saudi Airlines melayangkan gugatan terhadap Polda Sulsel, dengan dasar gugatan aset sebanyak Rp 60 miliar adalah miliknya.

Saat sidang berlangsung, hadiri sejumlah perwakilan agen dan calon jemaah Abu Tours yang menjadi korban penipuan dan penggelapan ini.

Calon jamaah umrah ini meminta PN Makassar menolak gugatan praperadilan dari pemohon Maskapai Saudi Airlines terhadap Abu Tours selaku tergugat.

Ia mengaku tidak akan membiarkan aset ini berpindah tangan ke Maskapai Saudi. Sebab, jika itu terjadi, maka otomatis merugikan para agen dan mitra ataupun jamaah yang sudah melunasi uang umrah sampai dengan 2019

"Kita akan mencegah aset Abutour ini berpindah tangan ke pihak ke 3 baik itu Saudi airlines maupun pihak lainya," ujarnya. (*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved