Mei-Juli, Banjir Telan Tujuh Korban Jiwa di Wajo
Banjir yang mulai melanda awal Mei hingga Juli 2018 ini sudah menewaskan tujuh warga di empat kecamatan.
Penulis: St Hamdana Rahman | Editor: Hasriyani Latif
Laporan Wartawan TribunWajo.com, St Hamdana Rahman
TRIBUNWAJO.COM, TEMPE - Korban jiwa akibat banjir di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan sudah mencapai tujuh orang.
Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo, Alamsyah, Minggu (8/7/2018).
"Banjir yang mulai melanda awal Mei hingga Juli 2018 ini sudah menewaskan tujuh warga di empat kecamatan," jelasnya.
Yaitu tiga jiwa di Kecamatan Tempe, dua di Sabbangparu, satu di Belawa, dan satu orang di Kecamatan Bola. Menurutnya, korbannya mulai dari balita hingga lansia.
Baca: IOF Bone Bantu Korban Banjir Bone Utara
Baca: Sigab PPPA Darul Quran Makassar Bantu Korban Banjir di Wajo
"Jatuhnya korban seperti ini akibat ceroboh dan lepas dari pengawasan orang tua. seperti balita yang jatuh ke air yang menggenangi rumahnya karena tak diawasi orangtua, dan juga ada yang menyelamatkan handphonenya malah tewas tenggelam," tuturnya.
Banjir di Kabupaten Wajo sudah melanda tujuh kecamatan dan 17 kelurahan. Banjir terparah terjadi di Kelurahan Laelo dan Salomenraleng, Kecamatan Tempe yang mencapai tinggi 4 meter.
Dua kelurahan tersebut berada di pesisir Danau Tempe yang meluap tiap tahun. Meluapnya Danau Tempe karena tidak mampu menampung air kiriman dari Kabupaten Sidrap dan Soppeng.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/banjir-wajo_20180708_190457.jpg)