Bahas Polemik Rencana Pembagian PI Migas Blok Sebuku, HIKAM-Majene Gelar FGD di Makassar

Isu yang mengemuka dalam FGD tersebut terkait proporsi pembagian Participating Interest (PI) Migas Blok Sebuku.

Bahas Polemik Rencana Pembagian PI Migas Blok Sebuku, HIKAM-Majene Gelar FGD di Makassar
handover
Foto bersama para tokoh dan pemerintah Kabupaten Majene, usai FGD Hikam-Majene di Aula Gedung LAN Makassar, Sulsel, Minggu (8/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAKASSAR - Himpunan Kekeluargaan Masyarakat Mandar (HIKAM) Majene menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Aula Gedung Lembaga Administrasi Negara (LAN) Kota Makassar, Sulsel, Minggu (8/7/2018).

FGD mengakat tema 'Mengelola sumber daya yang mensejahterakan masyarakat Majene' menghadirkan sejumlah tokoh dan pihak pemerintah Kabupaten Majene.

Di antaranya Staf Ahli Bidang Pemerintahan Pemkab Majene Arifuddin, Ketua DPRD Majene Darmasya, Ketua Komisi I DPRD Majene, Hasriadi.

Sementara para tokoh yang hadir di antaranya Prof Dr H Basri Hasanuddin MA, ketua HIKAMM Dr Muh Idris Dp MA, dan Prof Dr Hasrat Arief Saleh yang memandu FGD.

Baca: Warga Majene Desak Pembagian Blok Sebuku Sesuai Hasil Notulensi di Istana Wapres

Baca: Kisruh Pembagian PI Blok Sebuku, Begini Kata Sekprov Sulbar

Wasekjen HIKAM-Majene, Basri Basir dalam rilisnya menyampaikan, bahwa kedudukan HKAM-Majene selama ini sebagai mitra Pemda Majene, tentu difungsikan untuk memberikan input positif demi kemajuan daerah.

"Olehnya FGD ini bertujuan untuk menghimpun aspirasi dari berbagai pihak, baik eksekutif dan legislatif Majene terkait persoalan persoalan yang dihadapi Majene saat ini," tuturnya.

Basri menuturkan, salah satu isu yang mengemuka dalam FGD tersebut terkait proporsi pembagian Participating Interest (PI) Migas Blok Sebuku dan juga masalah kebijakan yang ingin dikeluarkan oleh Provinsi yang dinilai tumpang tindih oleh masyarakat Majene.

"Olehnya diperlukan win win solution dari semua pihak, yang dapat menjadi input positif kepada Pemprov dan Pusat," ujar dosen Unismuh Makassar itu.

Di akhir FGD, lahir beberapa rekomendasi yang dalam waktu dekat akan diteruskan kepada gubernur melalui salah satu tokoh yakni Prof Basri Hasanuddin.

"Tentu kita harapkan hal hal positif yang berkembang selama dalam forum akan menjadi catatan penting untuk disampaikan kepada gubernur. Tentu kita semua ingin bersatu bahu membahu dalam menyelesaikan persoalan ini sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan," tuturnya.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved