BI: Cadangan Devisa Juni Lebih Rendah Dari Mei
BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal.
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Hasriyani Latif
Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2018 sebesar 119,8 miliar dolar As atau Rp 1723,56 triliun (1 dolar AS = Rp 14,387).
Kepala Departemen Komunikasi BI, Agusman dalam rilisnya, Jumat (6/7/2018) menuturkan, terjadi penurunan dibandingkan akhir Mei 2018. Dimana pada Mei cadangan devisa di angka USD 122,9 miliar atau Rp 1768,16 triliun.
"Posisi cadangan devisa tersebut cukup tinggi. Setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 6,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah," katanya.
"Serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," lanjutnya.
Baca: 2017, Kemenpar Targetkan Toraja Dapat Devisa Dari Bidang Pariwisata Sebanyak Ini
Baca: Bank Indonesia Catat Inflasi Sulsel bulan Juni Sebesar 4,14%
BI menilai, cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
"Penurunan cadangan devisa pada Juni 2018 terutama dipengaruhi pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi," katanya.
Ke depan, BI memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik, serta kinerja ekspor yang tetap positif.(*)