Bank Indonesia Catat Inflasi Sulsel bulan Juni Sebesar 4,14%
Tekanan inflasi di Sulawesi Selatan pada bulan Juni tercatat sebesar 4,14% (yoy) atau secara tahunan lebih rendah
Penulis: Nurul Adha Islamiah | Editor: Nurul Adha Islamiah
Laporan Wartawan Tribun Timur Nurul Adha Islamiah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tekanan inflasi di Sulawesi Selatan pada bulan Juni tercatat sebesar 4,14% (yoy) atau secara tahunan lebih rendah dibandingkan tekanan inflasi tahunan sebelumnya 4,17% (yoy).
Sementara itu, jika dihitung secara bulanan, inflasi Sulsel pada bulan Juni 2018 tercatat sebesar 0,94% (mtm) lebih tinggi daripada nasional 0,59% (mtm), namun lebih rendah dibandingkan rata-rata periode Idul Fitri dalam tiga tahun terakhir 1,07% (mtm).
"Pencapaian inflasi tidak terlepas dari inflasi bahan makanan yang lebih terkendali. Serta relatif terkendalinya komoditas bandeng, telur ayam ras, cabai merah, beras dan bawang merah," kata Direktur Bank Indonesia Sulsel (Kepala Grup Sistem Pembayaran dan Pengedaran Uang Rupiah dan Layanan Administrasi) Amanlinson Sembiring.
Hal tersebut ia paparkan dalam siaran pers perkembangan ekonomi bulan Juni 2018 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Jl Jenderal Sudirman, Selasa (3/6/2018).
Turut hadir Direktur Bank Indonesia Sulsel (Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi) Dwityapoetra Soeyasa Besar.
Dikatakan Amanlinson, inflasi bulan Juni cenderung terkendali.
Hal tersebut sejalan dengan semakin kuatnya koordinasi, komitmen, dan sinergi antarpemangku kepentingan dalam wadah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta keterlibatan tokoh masyarakat, pemuka agama, media massa dan instansi terkait lainnya.
"Di samping itu antisipasi lebih dini yang dilakukan dan pasokan yang terjaga menyebabkan inflansi periode Idul fitri 2018 lebih rendah dari periode sebelumnya," ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bank-indonesia_20180703_133456.jpg)