Bupati Jeneponto Melayat ke Rumah Duka Camat Arungkeke
Informasi yang diperoleh, sebelum meninggal dunia, Kadir Sannari dikabarkan melakukan pemantauan di Desa Kampala
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Anita Kusuma Wardana
TRIBUNJENEPONTO.COM, ARUNGKEKE - Suasana duka menyelimuti kediaman pribadi Camat Arungkeke Kadir Sannari di Desa Kalumpang Lompoa, Kecamatan Arungekek, Jeneponto, Rabu (27/06/2018) siang.
Sejumlah keluarga dan kerabat almarhum berdatangan menyampaikan duka.
Di antara pelayar yang hadir, juga terlihat Bupati Jeneponto Iksan Iskandar. Iksan hadir didampingi beberapa pejabat.
Informasi yang diperoleh, sebelum meninggal dunia, Kadir Sannari dikabarkan melakukan pemantauan di Desa Kampala, sekira tujuh jam sebelum masuk waktu pencoblosan.
Saat melakukan pemantauan, mobil yang ditumpangi Kadir Sannari dicegat oleh sekolompok warga. Ia pun kaget dan panik.
"Jadi kalau kata sopirnya, pak camat (Kadir Sannari) semalam lakukan pemantauan TPS, dari Pammengkang Bulo-bulo sampai di desa Kampala mobilnya dihadang warga dan bodi mobilnya dipukul," kata Kabag Humas Pemkab Jeneponto Syarifuddin Lagu usai mendamping bupati Jeneponto melayat.
Medengar suara dentuman bodi mobilnya dipukul sekelompok warga Kadir Sannari pun kaget.
"Disitu dia kaget dan panik lansung pergi ke rumah bu desa Kampala (Juniati) lalu menelpon pak Kapolsek Arungkeke (AKP Muhammadang) bahwa ada inseden," ujarnya.
Berselang beberapa saat usai menghubungi Kapolsek Arungkeke (AKP Muhammadang) Kadir Sannari pun sesak nafas.
"Terus sesak nafas lalu dilarikan ke rumah sakti (RSUD Lanto Dg Pasewang) tapi katanya belum sampai rumah sakit sudah meninggal," tuturnya.
Jenazah almarhum Kadir Sannari dimakamkan di pemakaman umum yang tidak jauh dari rumahnya usai salat Zuhur.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/arungkeke_20180627_144231.jpg)