Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

BPBD Sulsel dan DFAT Kedubes Australia Gelar Geladi Posko, Ini Tujuannya

BPBD Sulsel menyusun skenario ancaman banjir di wilayah kota Makassar, Gowa, Maros, Pangkep, dan Barru.

Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Mahyuddin
HANDOVER
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan DFAT Kedubes Australia, menggelar Geladi Posko (Command Post Exercise) penanganan ancaman banjir di Sulawesi Selatan. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan DFAT Kedubes Australia, menggelar Geladi Posko (Command Post Exercise) penanganan ancaman banjir di Sulawesi Selatan.

Pelaksanaan geladi posko dipusatkan di ruang Pusat Pengendali Operasi (Pusdalop) Sulse, Selasa (26/6/2018) dan dibuka oleh Kepala BPBD Sulsel, Syamsibat.

Syamsibar mengatakan, geladi posko ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku bencana dalam memperkuat kordinasi, dan komunikasi efektif antar sektor ketika terjadi bencana.

"Sebagai pelaku penanggulangan bencana kita perlu untuk selalu latihan dengan scenario yang disepakati bersama," ujar Syamsibar dalam sambutan pembukaannya.

Pada geladi posko tersebut, BPBD Sulsel menyusun skenario ancaman banjir di wilayah kota Makassar, Gowa, Maros, Pangkep, dan Barru.

Baca: Polisi Jaga Ketat TPS di Lokasi Banjir Laelo Wajo

"Dikarenakan adanya skenario banjir yang bersamaan pada sejumlah kabupaten, sehingga Pemerintah Provinsi Sulsel setelah melakukan rapat koordinasi sektor dan TNI Polri serta Basarnas, kemudian mendapatkan laporan signifikan baik dari BPBD yang terdampak maupun dari PMI, BMKG serta TR," kata dia.

"Maka Gubernur perlu mengambil kebijakan penetapan status tanggap darurat yang ditetapkan oleh gubernur, yang kemudian menunjuk komandan tanggap darurat pada simulasi tersebu," tambahnya.

Simulasi posko ini menggunakan media telepon dan radio komunikasi serta jalur rapat koordinasi.

Geladi ini melibatkan unsur OPS Pemprov Sulsel, TNI-Polri Basarnas, Tagana, dinas kesehatan, BMKG, PMI, SAR, logistik, perhubungan, ORARI, PU, BBWS, PDAM, NGO, perguruan tinggi serta BPBD Sulsel.

Baca: TPS Rawan Banjir, Pj Bupati Bone Pantau Semua PPK di Wilayah Utara

Pada kesempatan tersebut Ardadi Darwis selaku Manager Pusdalop BPBD Sulsel menyebutkan, dalam simulasi posko ini para pihak diharapkan lebih terampil dan paham jalur kordinasi dan komunikasi efektif dalam 24 jam.

Kegiatan ini diikuti kurang lebih 50 pelaku dan pemerhati kebencanaan di Sulsel, yang difasilitasi oleh Leonardy Sambo dari Technical Collaboration Program DFAT Australia. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved