Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kasus Bayi Patah Tulang, Begini Klarifikasi RSUD Sinjai

Peristiwa tersebut bukan hal yang disengaja oleh empat orang bidan yang menangani Andi Yuliana saat melahirkan di RSUD Sinjai.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Mahyuddin
samba/tribuntimur.com
Jumpa Pers di RSUD Sinjai, Selasa (5/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan menyampaikan bahwa patahnya lengan seorang bayi Andi Yuliana saat persalinan bukan karena disengaja oleh petugas bidan.

Menurut dokter Emmy mewakili Manajmen RSUD Sinjai, peristiwa tersebut bukan hal yang disengaja oleh empat orang bidan yang menangani Andi Yuliana saat melahirkan di RSUD Sinjai.

"Patahnya bayi dari Ibu Andi Yuliana saat persalinan bukan disengaja oleh para bidan kami. Tapi hal itu dilakukan karena dalam keadaan darurat yakni bahu janin sedang tersangkut di tulang rahim ibunya sehingga tetap diupayakan dikeluarkan," kata Emmy saat menggelar Jumpa Pers di RSUD Sinjai, Selasa (5/6/2018).

Baca: Murid SD Melawan Maut Demi Sekolah, Mahasiswa Amerika asal Sinjai Kirim Surat Terbuka untuk Bupati

Dan saat proses tersebut, tidak diduga lengan bayi Andi Yuliana patah.

Manajemen RSUD Sinjai menyampaikan bahwa langkah para bidan untuk tetap mengeluarkan bayi tersebut adalah solusi tepat.

Sebab jika dibiarkan tetap dalam rahim ibunya maka bisa mengakibatkan kehabisan oksigen baik bayi maupun ibunya.

Sebelumnya pihak Yuliana tidak menerima masalah tersebut karena menilai anaknya cacat dan melaporkan ke Polres Sinjai.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved