Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ulasan Duel Sengit PSM Vs Madura United Siapa 3 Poin Siapa Menangis?

Tuan rumah PSM Makassar dalam tekanan tinggi di hadapan pendukungnya saat menjamu Madura United.

Penulis: Ilham Mulyawan | Editor: Mansur AM
MUH ABDIWAN
Wiljan Pluim playmaker andalan PSM. Kembali jadi andalan untuk memborbardir gawang Madura United 

Belajar dari laga itu, diharap Robert sebagai pelatih kenyang pengalaman mampu meracik strategi jitu guna meredam perlawanan Madura United, yang dua laga terakhir meraih hasil minor. Kalah 6-0 atas Persipura dan berbagi angka dengan Persebaya usai ditahan imbang 2-2.

Baca: Preview PSM Vs Mitra Kukar, Trio ‘Bruce WilliS’ Siap Lumat Naga Mekes, Siapa Saja Mereka

Baca: Lihat Video Serunya Acara Makan Pizza di Ultah Klok, Ada Komentarnya dengan Logat Makassar

Pelatih sekaliber Milomir Seslija tentu tak ingin kehilangan poin lagi saat melawan PSM besok, sehingga Inilah harus diwaspadai oleh Robert sebagai juru taktik Laskar Pinisi.

Pengamat PSM JD Bosco menilai komposisi pemain di sektor sayap, terutama bek, yang cenderung tak banyak berubah di tiap pertandingan, mulai dipelajari lawan untuk mencari kelemahan tim.

Sebagai catatan, saat PSM kalah di kandang atas Persela 3-2 dan nyaris kalah dari PS Tira dengan 4-3, semuanya gol-gol tim lawan berawal dari buruknya permainan bek sayap PSM yang tak mampu mengimbangi pemain sayap lawan.

Terbaca Lawan Main

"Saya yakin Robert sudah belajar dari penampilan timnya saat kalah telak di Bandung. Atau saat kalah dari Persela, dan nyaris kalah dari PS Tira di Mattoanging. Bek-bek sayap PSM yang sangat lemah dalam bertahan," ujar Bosco.

Baca: Sidrap United Bakal Lawan PSM Makassar di Piala Indonesia, Tapi?

Baca: Hasil dan Cuplikan Gol Liga 1: Kalahkan PS Tira, Persela Lamongan Masuk 2 Besar Geser PSM

“Sekali lagi berkaca dari partai-partai sebelumnya, permainan PSM mulai terbaca lawan. Lalu pemain kunci mulai terbaca pergerakannya. Mereka sudah mencari cara untuk dimatikan supaya tak banyak mengancam lini belakang lawan,” lanjutnya.

Rasyid Bakri tampil di laga terakhir PSM Makassar saat kontra Madura United, Minggu (12/11/2017)
Rasyid Bakri tampil di laga terakhir PSM Makassar saat kontra Madura United, Minggu (12/11/2017) (TRIBUN TIMUR/ OCHA ALIM)

Contoh adalah permainan Wiljam Pluim dan Marc Klok. Keduanya dalam beberapa laga terakhir tidak terlalu menonjol. Tak seperti di musim 2017 lalu. Aksi-aksi keduanya menundang decak kagum suporter PSM, bahkan penonton di Indonesia.

Masih banyak deretan pemain dengan kondisi bugar seperti Arsyad Yusgiantoro, Saldi, Heri Susanto hingga Agi Pratama.

Baca: Preview Arema FC Vs PSM, Purishkin Dinilai Lebih Baik dari Bruce Djite. Fans Sebut Ganti Striker!

Baca: Preview Arema FC Vs PSM, Bekal Bagus dari Piala Indonesia, Pernah Kalahkan Tim Hebat Ini?

Arsyad Yusgiantoro misalnya punya Kecepatan saat beroperasi di sisi sayap dan punya kemampuan mumpuni pula di posisi gelandang serang.

Pilihan di Sayap

Ada pula Hasim Kipuw yang bisa memposisikan diri di beberapa lini. Bisa sebagai bek kanan, gelandang bertahan, menyerang, dan center back. Sosok komplit yang bisa dimainkan tim pelatih sesuai taktik dan strategi.

Masih ada Hendra Wijaya untuk pilihan sebagai bek kanan. Meski tak pandai dalam menyerang atau overlapping, tapi untuk kemampuan bertahan, ia layak diadu. Terlebih posisi terdahulu adalah bek kanan.

Wasyiat Hasbullah pun cakap bermain di posisi bek kanan san kiri. Belum lagi Muhammad Arfan yang dikenal sebagai gelandang jangkar tangguh.

Baca: Soal Pembenahan Penerangan Stadion Mattoanging, PT PSM Minta Tambahan Waktu ke LIB

Baca: Cedera Salah Pernah Dialami Pemain PSM, Begini Pengobatannya

Lalu Rasyid Bakri, ia punya kelebihan dalam menyuplai umpan-umpan matang saat serangan dibangun, sama seperti Marc Klok. Meski kondisinya kadang tak bugar.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved