Ramadan 1439 H
Cara Menjaga Kesehatan Mulut Selama Berpuasa
Orang yang berpuasa, rongga mulutnya dalam keadaan kering karena tidak ada makanan yang dikunyah sehari penuh sehingga produksi air liur berkurang.
Penulis: Hasrul | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur Hasrul
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Umat Muslim di seluruh dunia kini sedang berbahagia menyambut bulan suci Ramadan 1439 Hijriyah. Bulan dimana setiap ibadah dililat gandakan.
Mereka berbondong-bondong menunaikan kewajiban berpuasa yang merupakan rukun iman kelima, sebagai wujud kepatuhan terhadap perintah Allah SWT. Saat berpuasa, umat Muslim tidak makan dan minum dari setelah sahur hingga menjelang magrib sebagai waktu berbuka puasa.
Saat melaksanakan puasa kebersihan gigi dan mulut tidak bisa diabaikan begitu saja karena ibadah tidak dapat berjalan dengan lancar dan khusyuk apabila gigi sedang sakit.
Gigi yang sehat merupakan investasi besar agar ibadah lancar selama bulan Ramadan. Rasulullah SAW pun adalah orang yang sangat memperhatikan kebersihan dan kesehatan giginya.
Hal ini digambarkan dalam hadits, Apabila Nabi SAW bangun dari tidurnya, beliau SAW selalu bersiwak (membersihkan gigi dengan siwak). (HR. Bukhari Muslim).
Berbagai pertanyaan muncul dari masyarakat umum terkait masalah kesehatan gigi dan mulut selama bulan Ramadan.
Tidak dapat dipungkiri selama Ramadan banyak permasalahan-permasalahan yang muncul akibat gigi dan mulut, hal ini tidak terlepas dari kelalaian dalam menjaga kebersihan mulut.
"Sehingga selama bulan Ramadan sangat terasa efeknya karena sangat mengganggu ibadah," kata Dokter Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial, drg M Ruslin MKes SpBM(K).
Seperti, gigi yang berlubang dan sisa akar gigi yang dibiarkan, tentu saja akan menjadi sumber infeksi yang merupakan bom waktu yang akan merugikan.
"Terkadang pasien datang dengan keluhan gigi sakit dan yang lebih fatal jika datang dengan kondisi pipi sudah membengkak akibat infeksi dari gigi berlubang dan sisa akar tadi," ungkap Ruslin.
Selain itu keluhan lain selama bulan ramadan adalah bau mulut atau yang dalam istilah medisnya disebut halitosis.
Orang yang berpuasa, rongga mulutnya dalam keadaan kering karena tidak ada makanan yang dikunyah sehari penuh sehingga produksi saliva (air liur) berkurang.
Hal ini menyebabkan bakteri anaerob yang menghasilkan senyawa Volatile Sulfur Compounds (VSCs) penyebab bau mulut berkembang biak.
Terutama pada kondisi kesehatan gigi yang buruk, seperti terdapat gigi yang berlubang, adanya karang gigi, serta oral hygiene yang buruk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/baumlu_20170530_093313.jpg)