Aktivis PMII UNM Kecam Tindakan PPP Pecat Kader Terbaik NU
Ia menilai Andi Jammarro Dulung merupakan kader terbaik NU terbukti hingga saat ini masih tetap loyal kepada NU.
Penulis: Justang Muhammad | Editor: Hasriyani Latif
Laporan Wartawan TribunBone.com, Justang M
TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG - Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kembali mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang telah memberhentikan kader terbaik PMII dan juga NU Andi Jammarro Dulung.
Hal tersebut sangat disayangkan sejumlah pihak, salah satunya datang dari Supiardi atau Uphy. Ia menilai Andi Jammarro Dulung merupakan kader terbaik NU terbukti hingga saat ini masih tetap loyal kepada NU.
Sebagai aktivis PMII UNM juga sebagai kader NU, Uphy merasa sedih karena tindakan yang dilakukan PPP yang mana sebagai partai yang mengatasnamakan dirinya partai yang berlatar belakang NU justru menunjukkan tindakan yang tidak sewajarnya dengan memberikan perlakuan yang tidak sewajarnya kepada kader terbaik NU Andi Jamarro Dulung.
"Kami mengecam keras tindakan dan perlakuan PPP yang tidak lagi menunjukan eksistensinya sebagai bagian dari NU dan hal ini sangat disayangkan karena sikapnya yang memberhentikan kader terbaik NU yang masih loyal hingga saat ini," kata Upphy kepada tribunbone.com, Senin (28/5/2018).
Baca: Tak Hadiri Sidang Polemik Konkoorcab, Ketua PMII Gowa Sebut PKC dan PB Ketakutan
Baca: Andi Djamaro Digeser dari Fraksi PPP DPR RI, Begini Penjelasan Amir Uskara
Tak hanya itu PPP dianggap gagal menentukan dan memilih kader terbaik NU untuk melanjutkan tongkat estafetnya di kancah DPR RI karena pilihannya yang sepihak itu terlihat perolehan suara H M Aras pada Pemilu 2014 lalu hanya menempati peringkat keempat.
Sementara masih ada calon anggota legislatif, Andi Mariattang diperingkat ketiga yang perolehan suaranya tepat dibawah AJD, justru diabaikan dan namanya tidak diusulkan.
Untuk itu, aktivis PMII juga sebagai bagian dari NU menilai Pergantian Antar Waktu (PAW) tanpa alasan yang jelas tersebut sebagai bentuk kesewenang-wenanganan, ketua umum, sekjen PPP, dan M Aras selaku ketua DPW terhadap kader NU.
"Untuk itu kami meminta kepada seluruh kader NU agar secepatnya menarik diri dari PPP karena di dalamnya sudah tidak mencerminkan lagi itikad baik untuk kader NU," ketua PMII UNM periode 2016/2017.(*)