Pilwali Parepare

Tim FAS-AS Tuding Tim TP-PR Lakukan Pelecehan

Taufan Pawe-Pangerang Rahim dituding Tim Faisal Andi Sapada-Asriady Samad (FAS-AS) melakukan tindakan pelecehan

Tim FAS-AS Tuding Tim TP-PR Lakukan Pelecehan
abdiwan/tribuntimur.com
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Parepare menggelar pendalaman visi dan misi calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare dan hanya diikuti satu Pasangan Calon di hotel Gammara, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (7/5).Pasangan calon tersebut yakni Faisal Andi Sapada-Ariyadi dengan nomor urut dua. Dalam kegiatan itu dihadirkan tiga penelis seperti Subhan Djoer, Andi Nina Anggraeny, dan Mursalim. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Mulyadi

TRIBUN-TIMUR.COM,PAREPARE-Tim Paslon nomor urut satu, Taufan Pawe-Pangerang Rahim dituding Tim Faisal Andi Sapada-Asriady Samad (FAS-AS) melakukan tindakan pelecehan.

Insiden pelecehan tersebut diduga berupa pamer bokong yang dilakukan salah satu rombongan konvoi Taufan-Pangerang (TP-PR) ke arah istri Faisal Andi Sapada, Rina Larasati.

"Biarkan perlakuan tak senonoh itu menjadi catatan masyarakat. Sekaligus kami mengajak masyarakat untuk bergabung dalam gerakan politik santun nan bermartabat. Kami di FAS percaya bahwa lawan politik-pun berhak mendapat penghormatan. Biarkan mereka pamer bokong. Kita jangan," ungkap Ketua Tim FAS Yasser Latief, Minggu (27/5/2018).

Ditanya terkait tuduhan penyerangan yang dialamatkan ke timnya, Yasser menyebut hal itu puncak kekecewaan mereka karena mendapatkan perlakuan yang sangat tidak menyenangkan, dan membela kehormatan istri Faisal Andi Sapada.

"Jangan justru dibalik. Yang preman itu adalah mereka yang konvoi keliling kota tanpa izin, sambil menantang tim FAS. Dan lebih menjijikkan sambil pamer bokong," bebernya.

"Juga kurang pas disebut menyerang. Adakah korban, yang terluka atau rusak? Mereka hanya datang meminta penjelasan atas tindakan salah satu rombongan konvoy TP," jelasnya.

Karena itu, penggunaan frasa penyerangan dan preman oleh sejumlah media yang condong di TP-PR sebagai upaya framing dan playing victim, ditegaskan YL berlebihan.

"Kata-kata tendensius seperti itu harus jelas siapa yang sampaikan, melalui pengamatan objektif, dan wajib dikonfirmasi agar berimbang. Sementara saya tidak pernah merasa diwawancarai terkait itu," sesal pendiri Perhimpunan Jurnalis Ajatappareng (Pijar) itu.

Sebelumnya, tim TP-PR melakukan konvoi usai ditetapkan kembali sebagai paslon. Ibu Rina Larasati yang kebetulan pulang dari berbelanja kebutuhan buka puasa, terjebak dirombongan konvoy dibilangan jalan Andi Makkasau.

Saat itulah, insiden pamer bokong terjadi dan berbuntut pada datangnya sekelompok massa FAS ke Posko TP untuk meminta penjelasan. (*)

Penulis: Mulyadi
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved