Breaking News:

Keren, MA Muhammadiyah Bantaeng Ujian Semester Pakai Android

Hasil ujian yang diperoleh akan langsung tampil, sehingga guru tidak perlu lagi memeriksa pekerjaan siswa secara menual.

Penulis: Edi Hermawan | Editor: Suryana Anas
HANDOVER
Suasana Ujian Akhir Semester (UAS) di MA Muhammadiyah Panaikang, Kabupaten Bantaeng. 

Laporan Wartawan TribunBantaeng.com, Edi Hermawan

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Pada umumnya Ujian Nasional maupun Ujian Semester saat ini sudah menggunakan komputer.

Tetapi ada hal unik yang berlangsung di MA Muhammadiyah Panaikang, Kabupaten Bantaeng, sebab Ujian Akhir Semester (UAS) menggunakan handphone android.

Kepala Madrasah MA Muhammadiyah Panaikang, St Nurbaya mengungkapkan bahwa metode ujian tersebut memudahkan siswa dan para guru.

"Ada kemudahan yang didapatkan dari ujian berbasis android ini, sebab memudahkan siswa untuk menjawab sebab sisa memencet saja jawaban yang dianggap benar pada soal pilihan ganda," ujarnya via rilis, Rabu (23/5/2018).

Selain itu, kemudahan juga didapatkan oleh para guru, karena hasil ujian yang diperoleh akan langsung tampil, sehingga guru tidak perlu lagi memeriksa pekerjaan siswa secara menual.

Pada guru pun melihat bahwa siswa lebih mudah mengerjakan soal menggunakan android tersebut dibanding komputer.

"Para guru melihat bahwa siswa cenderung lebih mudah mengerjakan soal-soal lewat cara ini, jika dibanding dengan komputer. Sekaligus membantu pihak sekolah untuk tidak perlu lagi menyiapkan komputer," tambahnya.

Tidak hanya sebatas pada UAS, tetapi MA Muhammadiyah Panaikang berencana menghadirkan android dalam proses pembelajaran mulai tahun ajaran 2018-2019 mendatang.

Guru pun dituntut untuk mencari inovasi-inovasi yang tepat guna menyikapi hal tersebut, salah satunya dengan membuat media-media pembelajaran berbasis Android agar siswa belajar di mana dan kapan saja.

"Kami berharap lewat metode ini nantinya bisa semakin mempermudah proses belajar mengajar di madrasah, mengingat para siswa saat ini sedang kecanduan Android," katanya.

Dia melihat saat ini para siswa kecenderungannya lebih sering berinteraksi dengan gadgetnya dibanding dengan orang tuanya.

"Sehingga jika peserta didik dibiarkan terus-menerus demikian tanpa solusi, maka sangat besar kemungkinan Indonesia akan menjadi Negara yang tertinggal nantinya," tuturnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved