Razia Balapan Liar di Dua Lokasi, Polres Gowa Amankan 158 Ranmor

Ratusan motor itu diamankan dari dua lokasi yakni Jl Poros Padivalley sekitar kawasan Benteng Somba Opu.

waode nurmin/tribungowa.com
Polres Gowa mengamankan 158 kendaraan bermotor dari aksi balapan liar yang kerap terjadi usai salat subuh di bulan Ramadan. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Wa Ode Nurmin

TRIBUB-TIMUR.COM,SUNGGUMINASA - Polres Gowa mengamankan 158 kendaraan bermotor dari aksi balapan liar yang kerap terjadi usai salat subuh di bulan Ramadan.

Ratusan motor itu diamankan dari dua lokasi yakni Jl Poros Padivalley sekitar kawasan Benteng Somba Opu.

Kasat Lantas Gowa AKP Religia Faradikta mengatakan, ratusan motor tersebut ditilang karena menyalahi UU Lalu Lintas pasal 22 tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan.

"Karena mereka melaju dikawasan pemukiman warga dengan kecepatan diatas 50 Km perjam sesuai aturan, makanya kita tindaki. Dan semua kita amankan di Mako," ujarnya Minggu (20/5/2018).

Di hari pertama operasi bali, polisi mengamankan 140 ranmor di Padivalley Pattalasang.

Baca: 5 Fakta Insiden Oknum TNI Tabrak Anggota Satlantas Polres Gowa, Disengaja?

Sedangkan dihari kedua, kembali diamankan 18 ranmor dengan berbagai merk.

Saat operasi di kawasan Banteng Somba Opu, aparat menemukan empat anak busur dan pil tramadol yang berserakan di tanah.

"Indikasi kuat ditemukan anak busur tersebut bahwa masyarakat atau remaja akan melakukan tawuran yang sering terjadi di TKP tersebut," ujarnya.

Operasi dua hari ini membuat pelaku bali kocar kacir saat digerebek.

Segala cara pun mereka lakukan dengan alasan bermacam-macam. Bahkan ada juga yang sampai menangis agar motornya tidak disita.

Kapolres Gowa Akbp Shinto Silitonga mengatakan, pihaknya melakukan razia berdasarkan analisa dari tahun 2017, dimana wilayah Padivalley Golf ini menjadi lintasan yang rawan akan balap liar.

Baca: Video Kronologi Lengkap Oknum TNI Tabrak Polisi, Dandenma Kodam Minta Maaf

Giat ini juga dia lakukan untuk memberikan efek jera,dan tegas bagi kendaraan yang tidak memiliki SIM dan STNK maupun standarisasi kendaraan.

"Akan kita lakukan tindakan mengamankan kendaraan tersebut dalam waktu tertentu dan menilang kendaraan tersebut," katanya kemarin.

Dia juga tidak membenarkan kelompok muda-mudi manapun yang menggunakan penggal jalan untuk aksi balap liar, sehingga pihaknya akan merutinkan operasi ini selama Ramadan.(*)

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved