Rektor UMI: Kalau Berbuka Harus Ada Pisang
Bahkan katanya, tak pernah repot di dapur karena banyaknya penjual makanan saat bulan puasa.
Penulis: Munawwarah Ahmad | Editor: Hasriyani Latif
Laporan Wartawan Tribun Timur, Munawwarah Ahmad
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Momen Ramadan selalu dinantikan umat Islam di seluruh penjuru dunia. Tak terkecuali Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Prof Masrurah Mokhtar.
"Alhamdulillah masih dipertemukan dengan bulan suci ini," katanya. Untuk menu makanan saat berbuka puasa, guru besar Linguistik ini termasuk pribadi yang tidak ribet dengan urusan makanan. Bahkan katanya, tak pernah repot di dapur karena banyaknya penjual makanan saat bulan puasa.
Baca: Es Pisang Ijo Jadi Menu Buka Puasa Andalan Kepala Kesbangpol
Baca: Soal Menu Favorit Selama Ramadan, Ketua PHRI Sidrap Bilang Wajib Ada Sambel
"Kalau masak tidak terlalu sibuk. Kan sekarang ini tinggal beli. Ada semua tersedia," kata rektor yang bulan Juni nanti berakhir masa jabatannya.
Namun yang pasti menu pisang wajib ada saat berbuka. "Kalau di rumah tidak bisa tidak ada pisang. Kalau mentah dibuat pisang peppe, setengah masak jadi pisang goreng, dan kalau terlalu masak jadi barongko atau pallubutung," tuturnya.
Sementara saat sahur, raca-raca' mangga wajib ada. "Oh kalau sahur harus ada raca'-raca' mangga," ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rektor-universitas-muslim-indonesia-umi-makassar-prof-masrurah-mokhtar_20180518_211155.jpg)